Tiga Kali Jadi Pimpinan Dewan | Malang Post

Sabtu, 07 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 23 Sep 2019, dibaca : 513 , aim, sisca

Dari empat pimpinan DPRD Kota Malang yang dilantik hari ini, nama H Abdurrachman SH sudah lebih dikenal. Karena politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pernah menjabat pimpinan DPRD Kota Malang di periode sebelumnya melalui proses PAW. Bahkan, saat itu hanya dia satu-satunya pimpinan dewan yang definitif, sehingga dapat melantikan anggota dewan PAW. Pengalaman itu baginya menjadi pengalaman unik.
“Ya sepertinya saya sudah berkali-kali ya dilantik,” ungkap Abdurrachman kepada Malang Post saat memberikan kesannya jelang pelantikannya sebagai Wakil Ketua I DPRD Kota Malang 2019 – 2024.
Politisi PKB Kota Malang ini memulai karirnya sebagai anggota DPRD Kota Malang Pengganti Antar Waktu (PAW) dari salah satu anggota dewan periode 2014 – 2019 yang meninggal yakni Rasmuji pada 2017 lalu.
Kemudian ia sempat dilantik lagi di saat “tsunami politik” terjadi menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Malang, pernah dilantik menjadi Plt Ketua DPRD Kota Malang. “Ya tidak apa-apa walau sempat bekerja sendirian waktu itu. Pengalaman ini berharga sekali,” tegas pria kelahiran 1959 ini.
Lebih dari pengalaman uniknya ini, Abdurrachman memang sudah memiliki pengalaman organisasi yang cukup.  Ia memulai karir politiknya di tahun 1998 menjadi Ketua Ranting PKB di Kelurahan Jodipan. Di 2010 ia menjadi Ketua Dewan Suro PAC PKB Kota Malang. Lalu di 2015 menjadi Ketua PAC Blimbing.
“Keinginan politik ya memang sudah ada sejak muda. Saya sejak dulu tumbuh di lingkungan NU menjadi warga NU. Saya punya keinginan untuk menyuaarkan terus aspirasi  dan NU punya wadah itu yaitu PKB,” tegas Alumnus Fakultas Dakwah IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta ini.
Keinginan berpolitik suami Umi Chayati ini, terpengaruh dari keluarga. Abdurrachman tumbuh besar dengan melihat karir politik orang tuanya yang di zaman orde baru gabung dalam Partai Golkar.
Kedua orang tuanya juga menjadi perintis terbangunnya Ponpes Al- Inayah Purwosari Pasuruan. Saat itu menjadi motivasi kedua orang tuanya untuk berpolitik untuk membawa aspirasi kalangan pesantren.
“Saya juga meneruskan usaha, sehari-hari juga usaha jagal dan peternakan keluarga dijalankan sampai sekarang. Saya juga masuk di Himpunan Pengusaha Muslim Indonesia (HPMI),” tegas ayah lima orang anak ini.
Abdurrachman juga sosok yang peduli pendidikan. Dalam proses berkarir politik ia mendapatkan amanah untuk meneruskan pendidikan mengambil jurusan hukum. Agar ia menjadi kader parpol yang melek hukum.  (ica/aim)



Loading...