The Power of Appreciation | Malang POST

Kamis, 20 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 26 Jan 2020,

Apresiasi merupakan respon positif sebagai bentuk perhatian dan penghargaan terhadap seseorang atas sikap atau kinerjanya. Guru bisa memberikan apresiasi pada siswa terhadap sekecil apa pun prestasi sepanjang masa belajarnya. Apresiasi dapat diungkapkan secara verbal dan non verbal.
    Siswa mau sekolah dan datang lebih awal dari teman yang lain, adalah prestasi. Hal ini bisa diberikan apresiasi dengan memberikan sambutan di pagi hari. Di beberapa sekolah sudah mengimplementasikan kegiatan penyambutan kedatangan siswa. Apresiasi dengan memberikan sambutan di pagi hari seceria dan seramah mungkin.  Siswa disambut dengan istimewa selayaknya tamu yang menghadiri undangan kita.
Bentuk apresiasi berupa sambutan guru di pagi hari, misalnya,  guru menyapa dengan mengucap salam terlebih dulu. Guru memberikan usapan di kepala.  Memberikan senyuman termanis. Memberikan tepukan di bahu. Membuat bentuk salim yang sudah disepakati dengan siswa. Semua bisa dikreasikan oleh guru. Setiap saat, setiap waktu berikan apresiasi setulus hati.
Menyambut kedatangan siswa di pagi hari akan memberikan banyak makna. Diantaranya, siswa yang semula kelihatan muram akan berubah menjadi ceria. Siswa yang rewel menjadi bersemangat. Siswa yang masih manja, menjadi lebih optimis dan mandiri. Siswa yang lambat bisa menjadi lebih cekatan.
Pemberian apresiasi yang paling sering bisa dilakukan selama proses belajar. Saat proses pembelajaran berlangsung, upayakan setiap siswa mendapat apresiasi. Misalnya, memberikan pujian saat siswa berhasil menjawab pertanyaan. Memberikan tepuk tangan setelah siswa mempersembahkan tampilan. Mengacungkan jempol setelah siswa melakukan instruksi yang kita berikan.
Selanjutnya apresiasi  juga bisa diberikan di akhir pembelajaran.  Misalnya, guru menyampaikan terima kasih pada siswa karena sudah belajar dengan semangat.  Menyebut nama-nama siswa yang belajarnya ada peningkatan. Menyampaikan perasaan kebahagiaan guru karena siswa-siswinya telah menjadi anak yang baik, sopan, dan santun. Selanjutnya ditutup dengan harapan guru agar besok bisa bertemu dalam kondisi yang lebih baik.
Hakikat kekuatan ajaib atas apresiasi dari  guru terhadap siswa di antaranya. Membuka komunkasi untuk menumbuhkan kedekatan. Mungkin dalam beberapa kesempatan, siswa kurang berani mengemukakan ide-idenya. Dengan mendapatkan apresiasi berupa sapaan dari guru, siswa menjadi termotivasi untuk berpendapat. Siswa menjadi lebih berani untuk bercerita tentang masalah yang dihadapinya. Suasana yang demikian bisa menumbuhkan keakraban dan kedekatan antara siswa dan guru.
Menjalin interaksi lahiriyah dan batiniah.  Dengan apresiasi yang diberikan guru kepada siswa dapat menjalin kedekatan secara lahiriyah dan batiniah.  Apresiasi dengan sentuhan akan memberikan rasa aman bagi siswa. Siswa merasa dilindungi sehingga proses belajarnya menjadi lebih optimal. Dengan memberikan pujian, siswa secara batiniah menjadi lebih tentram dan damai.
Memberikan kebahagiaan. Menurut banyak teori, bahagia itu diciptakan bukan dicari. Dengan memberikan perhatian berupa apresiasi terhadap siswa, kita turut menciptakan kebahagiaan untuk mereka.  Siswa  mau memperhatikan guru saat menjelaskan, segera berikan apresiasai. Siswa dapat menjawab pertanyaan guru segera berikan apresiasi. Siswa mampu berkata santun segera berikan apresiasi.
Semakin sering guru memberi apresiasi, siswa semakin bahagia. Rasa bahagia yang ada pada diri siswa ini sebagai bekal untuk menciptakan motivasi dan semangat sepanjang hari, sehingga siswa siap untuk belajar. Dengan bahagia, siswa akan mudah memahai setiap instruksi. Dengan modal bahagia siswa akan mudah bertolesansi. Dengan hati yang bahagia, siswa semakin berprestasi.
Membuka hambatan  emosional. Banyak siswa yang kadang ingin berbagi cerita pada gurunya.  Namun karena belum terbiasa, seperti ada saluran yang terhambat. Dengan pemberian apresiasi berupa sapaan dari guru, pasti  hambatan yang ada akan segera mencair. Dengan demikian kedekatan secara emosional segera tercipta.  Jika hambatan sudah tidak ada lagi, siswa tidak akan ragu menceritakan semua hal termasuk masalahnya kepada guru. Hal ini sangat baik agar siswa dapat melepaskan masalah dan beban yang dihadapinya.
Mengasah kreativitas. Kreativitas siswa tumbuh karena sering diapresiasi. Dengan apresiasi berupa pujian pada hasil karyanya, siswa akan meningkat kreativitasnya. Ide-ide akan semakin bermunculan. Dengan sering dipuji, akan tumbuh banyak inspirasi.  Inspirasi yang datang pasti segera dieksekusi menjadi karya yang lebih inovatif. Jadi segala bentuk kreativitas muncul dari diri siswa karena respon terhadap apresiasi yang diberikan.  
Meningkatkan hormon kebahagiaan. Di dalam otak manusia terdapat hormon kebahagiaan yang dikenal dengan istilah neurotransmiter. Produksi hormon ini akan meningkat apabila seseorang bertindak dan berpikir positif. Salah satu stimulasi dari guru untuk memaksimalkan fungsi hormon tersebut adalah dengan sesering mungkin memberi apresiasi pada siswa. Dengan mendapat apresiasi siswa lebih cenderung akan bersikap dan bertindak positif. Dengan demikian akan turut mengoptimalkan fungsi neurotransmiter yang menghasilkan rasa bahagia.
Mengeluarkan potensi diri. Di sekolah, siswa  berproses untuk memperoleh pengalaman belajarnya.  Pengalaman belajar itulah yang kelak akan menjadi pondasi kesuksesannya.  Sebagai guru berkewajiban untuk mendesain seoptimal mungkin  agar pengalaman berlajar siswa semakin berkesan.  Salah satu cara membuat pembelajaran berkesan adalah memberikan apresiasi.  Saat siswa berhasil menunjukan salah satu bakatnya,  segera  berikan apresiasi.  Dengan memberikan apresiasi  sesegera mungkin akan memberi stimulasi pada siswa untuk memunculkan potensi lain yang ada dalam dirinya.
Mengajarkan empati.  Apa yang dilakukan guru biasanya akan ditiru siswanya. Termasuk sikap guru yang sering memberi apresiasi. Siswa akan meniru dengan melakukan hal yang sama pada teman-temannya. Sikap tersebut bisa terbawa sampai di lingkungan keluarganya. Bahkan bisa menjadi kebiasaan dan karakter yang diiplementasikannya hingga dewasa.
Mengembangkan sikap suka memberi apresiasi secara tidak langsung mengajarkan siswa untuk mudah empati.  Memberi perhatian dan peduli pada orang-orang di sekelilingnya. Bisa tanggap dan mampu merespon keinginan orang lain. Dengan demikian  rasa  empati ini yang akan mengantarkan siswa kita menjadi pribadi yang tangguh sebagai bekal menjadi pemimpin di masa depan.
Sedemikian dahsyat kekuatan apresiasi.  Orang dewasa saja berbunga-bunga hatinya jika jerih payah dan usahanya diapresiasi, apalagi siswa-siswi kita. Maka jangan segan untuk membiasakan diri untuk memberi apresiasi. Semoga apa yang kita tanam hari ini akan kita tuai di suatu hari nanti.(*)

Oleh : Erna Febru Aries S.*
Guru SD Islam Sabilillah Malang

Editor : Redaksi
Penulis : Erna Febru



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...