Tes Seleksi Dasar CPNS Di Kabupaten Malang Digelar 21 Hari | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Tes Seleksi Dasar CPNS Di Kabupaten Malang Digelar 21 Hari

Senin, 27 Jan 2020,

MALANG - SKD Kabupaten Malang akan digelar pada bulan Febuari 2020 mendatang. Rencananya SKD terkait dengan rekruitmen CPNS ini digelar selama 21 hari, yaitu mulai 7 sampai dengan 27 Febuari 2020 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah SH, M.Hum. Kepada Malang Post, Nurman mengatakan jika jadwal tersebut sudah disetujui oleh pusat.
“Sebelumnya kami mengusulkan untuk pelaksanaan SKD dilakukan selama 21 hari. Yaitu mulai yanggal 7 - 27 Febuari 2020. Dan itu disetujui,’’ katanya.
Usulan jadwal untuk SKD ini seiring dengan Pemerintah Kabupaten Malang mengusulkan penyelenggaraan SKD secara mandiri. Ya, dikatakan Nurman berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana penyelenggaraan SKD Kabupaten Malang bergabung dengan daerah-daerah lain.
“Saat kami usul, pusat atau BKN menyetujui dengan syarat, kami wajib menyediakan 100 komputer untuk minimal penyelenggaraan SKD mandiri. Dan itu sudah kami penuhi. Bahkan jumlah komputernya lebih dari itu,’’ ungkapnya.
Nurman mengatakan, untuk pelaksanaan SKD, peserta menggunakan laboratorium komputer milik Pemkab Malang yang ada di Pendopo Kabupaten Malang.  Disinggung dengan jadwal yang lama, NUrman tersenyum. Lamanya jadwal ini karena jumlah peserta SKD cukup banyak. Menurut Nurman sesuai dengan data dari BKN, peserta rekruitmen CPNS KKabupaten Malang yang mendaftar dan lolos verifikasi jumlahnya mencapai 10.959 peserta.
“Jadi kami membagi jumlah itu,’’ katanya.
Menambahkan, setiap sesi nantinya akan  diikuti oleh 110 peserta. Sementara satu hari dibuka lima sesi.
“Jadi dalam satu hari ada 550 peserta yang mengikuti SKD,’’ katanya.
Sekalipun waktunya masih cukup lama, namun Nurman mengimbau kepada seluruh peserta untuk mempersiapkan diri dengan baik. Selain hadir dengan pakaian putih dengan bawahan hitam, peserta juga wajib membawa e-KTP  dengan kartu pendaftaran yang sudah teregistrasi.
“Saat masuk dan mengikuti SKD, peserta dilarang membawa peralatan lain, selain KTP dan kartu peserta,’’ ucapnya.
Bahkan mengenakan perhiasan pun tidak boleh. Saat masuk, laboratorium, peserta akan menjalani body screening, untuk memastikan peserta tidak membawa apapun. Saat mengikuti ujian. Itu dilakukan untuk mengantisipasi munculnya joki.
“Anting, giwang, cincin, kalung, gelang, semuanya harus dilepas. Termasuk ikat pinggang, dan dasi juga dilarang pakai,’’ tambahnya.
Nurman sendiri mengatakan, aturan itu bukan Pemkan Malang  yang membuat, tapi pusat. “Termasuk ikat rambut juga dilarang menggunakan. Jika ada peserta yang menguncir rambut sebelum masuk maka akan ditukar ikat rambut itu dengan ikat rambut yang disediakan panitia,’’ tambahnya.
Tapi yang paling penting bagi Nurman, peserta seleksi disarankan hadir dua jam sebelum waktu pelaksaan. Tujuannya, agar tidak terlambat.
“Karena registrasi sendiri memakan waktu lama. Jadi untuk menghindari  keterlambatan, maka disarankan agar peserta hadir dua jam sebelum pelaksanaan SKD,’’ urai Nurman.
Dan paling penting, Nurman mengatakan agar peserta selalu memantau website milik BKPSDM Kabupaten Malang, dan beberapa akun media sosial BKPSDM. Alasannya jelas, karena seluruh pengumuman dari pusat langsung dishare  di website tersebut, dan akun media sosial.
“Jam pelaksanaan juga sudah diatur. Ini harus betul-betul diperhatikan. Jangan sampai tidak tahu. Karena saat terlambat peserta dipastikan tidak boleh ikut seleksi,’’ tandasnya.(ira/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Ira Ravika

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...