Tes Kesehatan, Anggota Dewan Aman Dari Obesitas | Malang Post

Sabtu, 14 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 12 Okt 2019, dibaca : 171 , aim, amanda

MALANG - Jumat (11/10) pagi, puluhan anggota DPRD Kota Malang memenuhi lantai 3 Gedung DPRD Kota Malang. Satu persatu, mereka melakukan tes kesehatan, mulai dari timbang berat badan, ukur tinggi badan, USG, tes urine hingga rontgen.  Terlihat, Ketua Komisi D, Wanedi, Sekretaris Komisi B, Arief Wahyudi hingga Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika juga turut mengikuti tes kesehatan itu.
Tes kesehatan dilakukan untuk mengecek kondisi fisik maupun organ dalam tubuh para anggota dewan. Jika nantinya ditemukan masalah kesehatan akan diberi rekomendasi untuk melakukan pengobatan tindak lanjut. "Ini merupakan salah satu fasilitas anggota DPRD yang dilakukan setiap tahun secara rutin. Di awal periode, biasanya ada check up seperti ini," terang Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika.
Hasil tes kesehatan  nantinya akan diserahkan dalam masa orientasi yang digelar di DPRD provinsi tanggal 19-220 November mendatang. "Dalam masa orientasi tersebut, setiap anggota DPRD wajib memiliki surat keterangan sehat. Untuk itu, tes kesehatan kami lakukan jauh hari sebelum tanggal tersebut," jelas dia.
Pada kesempatan tersebut, pria asal Pulau Dewata ini menegaskan, tes yang dilakukan murni hanya tes kesehatan saja, bukan merupakan tes urine untuk narkoba. "Hari ini, kami lakukan tes kesehatan dulu. Kemungkinan, bulan November nanti, akan kami lakukan tes narkoba," papar dia.
Penanggungjawab Laboratorium Klinik SIMA Malang, Nurry Nurhayati mengungkapkan, dalam kegiatan tersebut, ada 41 anggota dewan yang mengikuti pemeriksaan kesehatan. "Empat orang sisanya, ada yang sedang dinas luar dan ada yang sedang melakukan ibadah umroh," papar dia.
Rangkaian tes kesehatan dilakukan secara lengkap, pemeriksaan darah, jantung, mata, usg perut dan paru-paru. Serta ada pemeriksaan tinggi dan berat badan yang menentukan tingkat obesitas. "Sejauh ini, anggota dewan memiliki proporsi tubuh yang ideal, tidak ada yang obesitas," tegas dia.
Hasil pemeriksaan tersebut akan dibawa ke laboratoratorium klinik untuk dilakukan deteksi oleh dokter. Setelah iu, baru bisa disimpulkan, kondisi anggota dewan itu sehat atau tidak. "Hasinya nanti baru bisa diserahkan sekitar dua atau tiga hari lagi," tandas dia.(tea/aim)



Loading...