Tertekan Nyanyian Aremania | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 24 Sep 2019, dibaca : 2616 , parijon, stenly

MALANG –  PSS Sleman mengakui kekalahannya dari Arema FC, Selasa (24/9) sore. Bermain di hadapan belasan ribu Aremania, anak-anak Super Elang Jawa harus kalah telak dengan skor 0-4. Tim asuhan Seto Nurdiantoro itu tertekan secara mental sejak sebelum pertandingan, yang ditengarai sebagai penyebab kekalahan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen.
“Kami mengucapkan selamat buat Arema yang menang sore ini,” ungkap pemain PSS Sleman, Irkham Zahrul Mila.
Menurutnya, timnya harus banyak belajar dari rangkaian away mereka ke markas Arema. Secara teknik mereka harus memperbaiki permainan. Namun, penggawa PSS juga berharap nantinya suporter akan semakin dewasa, terutama Aremania.
“Kami banyak belajar dari pertandingan ini dan ke depan harus memperbaiki permainan. Kami akan menatap laga selanjutnya,” beber dia.
Sehari sebelum pertandingan, hotel tim PSS mendapatkan teror kembang api, seperti yang terjadi pada klub Persib Bandung, beberapa waktu lalu. Hal tersebut, berlangsung dinihari yang ditengarai mengganggu jam istirahat pemain. “Kami berharap Aremania selalu dewasa. Mari kita saling menghargai,” paparnya.
Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro mengakui, memang ada pengaruh teror yang dialami oleh pemainnya. Selain itu, mereka juga tidak bisa mendapatkan dukungan dari Brigata Curva Sud, yang sejatinya merencanakan datang.
Sebaliknya, sepanjang pertandingan teror mental diterima oleh Jefri Kurniawan dkk. Selain dari spanduk yang ditujukan kepada suporter mereka, nyanyian dari suporter tuan rumah juga membuat para pemain mendapatkan tekanan tambahan. Spanduk yang mengingatkan mengenai kejadian di putaran pertama juga terlihat di tribun.
“Mungkin ada faktor psikis dengan kondisi yang kami terima semalam. Tetapi itu di luar teknis dan mungkin berpengaruh,” ungkapnya.
Menurut dia, hal itu menjadi evaluasi bagi timnya. Ia secara pribadi harus belajar mencari pemain yang siap dalam kondisi apapun, termasuk mendapatkan tekanan di luar sisi teknis. (ley/jon)



Rabu, 13 Nov 2019

Penjagaan Super Ketat

Rabu, 13 Nov 2019

Kecewa Wasit!

Loading...