Teroris di Bekasi Disebut Merakit Bom Panci | Malang POST

Rabu, 26 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Teroris di Bekasi Disebut Merakit Bom Panci

Senin, 23 Sep 2019,

BEKASI - Detasemen Khusus 88 menangkap sebanyak sembilan terduga teroris di tiga lokasi berbeda yaitu Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Bekasi. Sembilan orang tersebut tergabung dalam jaringan Jamaah Ansarut Daulah (JAD) Bekasi.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan penangkapan dilakukan Senin (23/9). Diantara kesembilan orang tersebut terdapat pasangan suami-istri. ‘’Densus 88 hari ini mengungkap jaringan JAD Bekasi yang terkoneksi dengan jaringan JAD Bandung. Mereka sudah diinvestigasi cukup lama oleh Densus 88," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Kepolisian menyebut salah satu terduga teroris berinisial H yang ditangkap di Tambun, Bekasi, Senin (23/9), diduga akan beraksi dengan menggunakan bom panci. Hal tersebut diketahui dari barang bukti yang diamankan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di kediamannya.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan barang bukti yang diamankan dari penangkapan berupa senjata tajam, senjata api, serta bahan-bahan yang diduga akan digunakan untuk bom panci.
"Di rumahnya H ada beberapa barang bukti disita Densus 88. Masih didalami berbagai macam senpi, sajam, kelengkapan lainnya, ini panci yang disiapkan merakit bom panci. Ini beberapa bahan-bahan yang diduga akan digunakan bom panci," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Dedi mengatakan nantinya barang-barang tersebut akan digabung dengan milik salah satu terduga teroris MA alias Muri yang diamankan di Cilincing, Jakarta Utara. Diketahui selain H dan Muri, Densus 88 juga menangkap tujuh terduga teroris lainnya. Mereka adalah SN ditangkap di Tambun, Bekasi; AZ ditangkap di Tambun Selatan, Bekasi; IG ditangkap di Tambun Selatan, Bekasi; AR dan istrinya S ditangkap di Tambun Utara, Bekasi; AS ditangkap di Bekasi Utara; dan IG ditangkap di Jakarta Barat.
Mereka merupakan anggota JAD Bekasi yang terkoneksi dengan JAD Bandung. Mereka sedianya akan saling terhubung dan kemudian melakukan amaliah. "Ini akan digabung dengan yang tertangkap di Jakut. Semua terkoneksi apabila sudah siap merakit bom high explosive baru dia akan melakukan amaliah," tuturnya.
Dedi menambahkan, para terduga teroris itu menargetkan kantor kepolisian dan anggota polisi. Hingga kini Densus 88 masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah anggota kelompok JAD lainnya. (cnn/det/udi)

Editor : udi
Penulis : net

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi
Loading...