Terlambat Bayar Angsuran, Pedagang Dijotos | Malang Post

Jumat, 15 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 04 Nov 2019, dibaca : 18585 , halim, rdb

PROBOLINGGO – Gara-gara telat membayar angsuran pinjaman, Amima Ajis, 59, warga Desa Pesisir Kecamatan Gending, mendapat perlakuan kasar dari oknum pegawai bank oser (tukang kredit). Dia dipukul hingga mengalami luka di bibirnya.
Tak terima perlakuan oknum petugas tersebut, Minggu (3/11) korban melapor ke polisi. Dia ingin memperkarakan kejadian tersebut lantaran sudah masuk ranah pidana.
Informasinya, insiden pemukulan oknum pegawai tersebut terjadi saat korban berjualan ikan di Pasar Sebaung di kecamatan Gending. Sekitar pukul 07.30 korban sedang berdagang ikan di pasar sebaung. Kemudian datang pelaku untuk menagih angsuran pinjaman.
“Seperti biasanya ibu mertua saya tiap pagi berjualan ikan di pasar Sebaung. Kemudian datang pelaku untuk menagih angsuran pinjaman. Namun saat itu memang ibu tak memiliki uang untuk membayar angsuran itu dan berjanji akan membayarnya dobel di angsuran berikutnya,” ujar menantu korban, Mohammad Syahroni.
Diduga tidak puas atas jawaban tersebut, terjadilah cekcok antara korban dengan pelaku. Entah kenapa kemudian pelaku naik pitam lantas melakukan pemukulan di bibir. “Kemudian pelaku men­-jotos bibir ibu mertua. Karena tak ingin terjadi kegaduhan di pasar, kemudian pedagang yang lain melerai. Entah tak tahu ke mana pelaku setelah itu. Pelaku kemudian menghilang,” ujarnya.
Menurutnya penganiayaan ini bermula karena korban telat membayar angsuran untuk pinjaman sebesar Rp 1 juta. Pinjaman ini nantinya akan dikembalikan sebesar Rp 1,5 juta. Kepada pelaku dengan sistem angsuran sebesar Rp 50 ribu setiap pekannya hingga lunas.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Gending Bripka Andri Okta laporan penganiayaan itu diterima sekitar pukul 08.00. Korban datang bersama keluarga didampingi perangkat Desa Pesisir melaporkan peristiwa tersebut.
“Saat ini kami masih memeriksa saksi-saksi yang ada di tempat kejadian perkara. Korban saat ini kondisinya masih belum stabil untuk dimintai keterangan. Jadi kami rujuk untuk perawatan medis dan visum di Rumah Sakit Waluyo Jati Kraksaan. Penyelidikan terus kami lakukan hingga tuntas. Dari proses penyelidikan ini nantinya seperti apa masih belum tahu, namun kami upayakan agar bisa dilakukan mediasi,” pungkasnya.(rdb/lim)



Loading...