MalangPost | Terimbas Covid-19, Penjualan Turun 50 Persen

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Terimbas Covid-19, Penjualan Turun 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2020, Dibaca : 1065 Kali

MALANG - Dampak merebaknya Pandemi Coronavirus Disease 2019, ternyata juga berimbas pada bisnis rokok. Manager Marketing Gudang Baru, H Agus Hariadi, mengklaim penjualan rokok turun drastis. Angka penurunannya hingga mencapai 50 persen.

"Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab penjualan turun. Salah satunya selain banyak toko yang tutup, juga masyarakat banyak yang tidak keluar rumah," terang Agus Hariadi.

 

Sekalipun terjadi penurunan yang cukup drastis, tetapi proses produksi tetap stabil. Karena Agus optimis, badai virus Corona segera berakhir. Sehingga penjualan kembali normal dan target produksi tahun ini tidak sampai meleset.

"Setiap hari selama 24 jam masih tetap produksi, dengan sistem kerja tiga shift tetap jalan. Hasil produksi ini untuk menambah stok, shingga ketika nanti penjualan normal lagi sudah tidak ada masalah," ujarnya sembari mengatakan bahwa target produksi menjadi empat besar nasional tetap dikejar. Termasuk ekspor produk ke luar negeri juga masih berjalan.

 

Disisi lain, untuk menjaga kesehatan para pekerjanya, protokol kesehatan demi mengantisipasi penyebaran Covid-19 telah diterapkan. Dimana setiap pekerja dibekali sejumlah alat pelindung diri atau APD. Seperti diantaranya masker, hand sanitizer, dan sarung tangan.

"Kami juga memberi vitamin pada karyawan. Termasuk menyediakan bilik Sico. Bahkan pada saat masuk kerja, mereka juga diukur suhunya dengan thermogun. Kalau ada yang diatas rata-rata, kita anjurkan pulang," urainya sembari mengatakan sebelumnya area pabrik juga sudah dilakukan penyemprotan disinfektan.

 

Tidak hanya itu, Agus mengatakan bahwa standar keamanan dan kesehatan pekerja sekarang masih digodok lagi. Gudang Baru berencana meliburkan pekerja borongan mulai tanggal 11-26 April. Jumlah pekerja borongan sigaret kretek tangan (SKT) sebanyak 3 ribu orang.

"Kalau mesin, SKM (sigaret kretek mesin) kan masih bisa jalan, karena hanya butuh beberapa orang saja. Yang rawan SKT, dan planning-nya bisa separuh kerja, separuh diliburkan, untuk menerapkan jaga jarak. Sedangkan sales jam kerjanya dikurangi, jam 2 sudah harus masuk kantor," paparnya.(agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Redaksi