Terduga Teroris Malang Jaringan PenyerangWiranto | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 16 Okt 2019, dibaca : 2187 , vandri, amanda

MALANG - Identitas dan jaringan terduga teroris yang dibekuk di Malang, Selasa (15/10) malam terungkap. Yakni Rizki Kurniawan, warga asal Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur. Rizki diduga bagian dari kelompok Abu Rara penyerang Menko Polhukam Wiranto
Kamis (10/10)  lalu.
Sumber terpercaya Malang Post menyebutkan Rizki Kurniawan sudah diincar sejak beberapa waktu lalu. Bahkan pria yang memiliki nama lain Abu Sayyaf alias Abu Azwar itu sudah dibuntuti beberapa hari terakhir.
Seperti diberitakan Malang Post sebelumnya, pria kelahiran  Kuningan 27  tahun lalu itu sedang bersama istrinya APH, 30 tahun saat diciduk di Jalan Kedawung, Kota Malang. Mereka lalu digelandang Densus 88 Antiteror Polri ke salah satu rumah di Jalan Papa Biru.
Kemarin terungkap rumah berlantai dua itu milik orang tua APH. Sumber Malang Post membeber sejumlah barang yang diamankan saat penggeledahan. Di antaranya dalam dompet Rizky terdapat berbagai kartu. Selain kartu identitas Rizky, terdapat  kartu ATM lima bank,
uang tunai 5 Dolar Singapura dan uang tunai 1 Ringgit Malaysia. Tak hanya itu, terdapat pula kartu tanda anggota (KTA) polisi atas nama Drs HS.
Sedangkan di dompet APH terdapat kartu identitas, buku tabungan dan tiga kartu ATM. Ada pula rincian dagang senilai Rp 38 juta.
Sampai berita ini diturunkan tadi malam, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera belum menjawab konfirmasi Malang Post. Upaya konfirmasi dengan cara telepon maupun pesan WhatsApp (WA) belum direspon.
Namun sebelumnya kepada Malang Post, Frans memastikan polisi mengamankan salah seorang terduga teroris bersama istrinya. Yakni Rizki Kurniawan dan APH.
Penjaga keamanan di kawasan Jalan Papa Biru, Suroto mengungkapkan pemilik rumah yang digeledah Densus 88 Antiteror tinggal di luar Malang. “Penghuni rumah pindah ke Kediri. Sehingga, sudah lama tidak ditinggali. Hanya sesekali saja mampir, tapi tidak sampai lama (tinggal berhari-hari),” terangnya saat ditemui Malang Post.
Suroto mengungkapkan, sang pemilik rumah memiliki tiga anak perempuan. Sepengetahuannya, rumah tersebut ditempati putri bungsu pemilik rumah. “Namun, dia tidak berani tinggal sendiri. Jadi, seringnya menginap di rumah temannya. Kalau  pulang, dia minta adik saya bersihkan rumahnya. Setelah itu ya pergi lagi,” lanjutnya.
Sehingga, rumah bernomor 24 tersebut selalu kosong. Kalaupun sesekali sang pemilik rumah datang, hanya sekadar mampir. “Paling ya hanya dua atau tiga hari saja. Kalau lagi disini, jarang keluar. Kalau keluar rumah dan ketemu ya nyapa. Ramah,” kata Suroto.
Diketahuinya, rumah tersebut milik anggota kepolisian. “Setahu saya begitu (rumah milik satu anggota kepolisian). Saya tidak tahu beliau dinas di mana,” tandasnya.
Menurut dia, APH selama ini tak tinggal di rumah tersebut. Ia baru saja singgah di Kota Malang. “Malamnya, beliau baru datang. Pagi juga sempat ngobrol dengan saya, menannyakan adiknya,” kata Suroto.
Tak lama setelah itu, APH pergi entah kemana. Namun siang harinya, Suroto kaget lantaran rumah tersebut didatangi personel Densus 88. Ia mendapat kabar APH tertangkap. “Kemarin, disini ramai. Saya juga kaget dan tidak menyangka. Namun, rumahnya kosong. Yang datang kesini membawa mobil starlet yang ada di rumah itu,” pungkasnjya. (tea/van)



Minggu, 17 Nov 2019

Anak 9 Tahun Dimangsa Tetangga

Loading...