MalangPost - TERDAMPAK PANDEMI, BUCERI MASUK BUI

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

TERDAMPAK PANDEMI, BUCERI MASUK BUI

Kamis, 30 Jul 2020, Dibaca : 885 Kali

Berkurang satu warga "nakal" yang meresahkan lingkungan Kauman, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Bukan "bocah biasa" lelaki bernama Agung Pratama ini. Sudah berusia 20 tahun dan beristri. Dia masih kekanak-kanakan dan keranjingan game online di warung internet seputaran Kepanjen.

Berdalih menganggur sejak pandemi Covid-19 menjadikannya mencari cara untuk mencari uang cepat. Buceri (bule dicet sendiri) ini, mencuri sebanyak 11 kali terhenti setelah Polsek Kepanjen mengamankan pengangguran ini. Agung pernah bekerja di Malang Utara sebagai karyawan dan sempat menerima gaji sebulan kerja. Belum jelas apa sebab ia tidak bekerja. Namun saat itu datang pandemi. Agung sendiri  tidak bisa terus menerus meminta uang orangtuanya untuk memenuhi kebutuhan. Keluarganya bukan keluarga mapan. 

Saat masih usia belum dewasa atau belum genap 18 tahun, Agung pernah berurusan dengan Polisi. Saat itu, ia ditangkap polisi karena mencuri ponsel dan dompet milik seorang warga yang juga masih tinggal sekampung.  Kenakalannya kambuh di usia 20 tahunan ini. Terlebih ia tidak bisa meninggalkan hobi bermain Point Blank (PB), game online. Agung juga suka merokok. Dia sendiri telah menjadi bapak 1 anak. Istrinya kini tengah hamil anak kedua. 

Agung, sejak beberapa minggu meresahkan kampungnya sendiri. Ia mencuri ayam, burung kenari dan tabung gas milik seorang pensiunan pegawai. Total 7 ekor ayam ia berhasil curi di kandang milik tetangga. Dua buah tabung gas LPG milik Sukirno. "Saya tahunya ayam Pak Tarmiji. Yang lainnya gak kenal. Paling banyak 4 ekor. Saya jual lalu saya belikan rokok, buat makan dan main PB. Saya sudah diamond satu," aku Agung. Tidak selalu malam, Agung mencuri di siang hari atau pagi sekali. 

Senin (27/7/2020) siang, keberadaan Agung yang telah diamankan Polsek Kepanjen, menarik perhatian Sukirno, seorang korban. Kepada seorang polisi, Sukirno mengaku sebenarnya tidak merasa kehilangan tabung gas dagangan. "Saya tidak pernah menghitung. Tabung gas itu saya jual dari hasil uang pensiun saya. Di rumah ada pagarnya. Saya tidak merasa kehilangan. Saya baru tahu setelah dikabari Pak Polisi," sebut Sukir yang kemudian menanyakan cara Agung memasuki rumahnya. 

Agung menjawab terus terang. Ia hanya mengambil 2 tabung gas LPG. Ia tidak memasuki dalam rumah Sukir dan hanya memanjat pagar. Saat beraksi, Agung biasa berlagak mencari telur semut angkrang.

Editor : yan
Penulis : oio