Tepergok Warga, Maling Motor Dihajar Massa - Malang Post

Sabtu, 23 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 27 Agu 2019, dibaca : 1534 , Halim, Fino

MALANG – Polsek Lowokwaru mengamankan satu tersangka pencurian kendaraan bermotor  (curanmor) di kawasan kos-kosan. Adalah Aris Indarto, 38, warga Dusun Karanganyar Timur Nglegok Kabupaten Blitar, yang tergiur mencuri motor para mahasiswa baru (maba) yang kuliah di Kota Malang.
Tapi, belum sempat melancarkan aksinya dan membawa kabur motor, Aris dibekuk warga. Sebelum diserahkan polisi, pelaku sempat dihajar massa yang emosional terhadap maling motor.  Beruntung aksi massa berhasil diredam polisi. Pelaku kemudian digelandang ke Polsek Lowokwaru. Kanit Reskrim Polsek Lowokwaru Iptu Sochib mendampingi Kapolsek Lowokwaru Kompol Pujiono membenarkan telah mengungkap upaya pencurian kendaraan bermotor di kawasan Jalan Bendungan Sigura-gura Kecamatan Lowokwaru.
“Sabtu, kami mengamankan tersangka yang hendak melakukan tindak kejahatan di kawasan itu. Tapi, berkat kerjasama warga dan kepolisian, aksi pelaku digagalkan. Kini pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Lowokwaru,” kata Sochib kepada Malang Post, dikonfirmasi (27/8).
Dari keterangan yang dihimpun, sebelum tertangkap basah di Jalan Bendungan Sigura-gura, Aris berhasil mencuri tiga hari sebelumnya. Dia, mengambil sebuah motor Honda Beat tahun 2013 milik mahasiswa di kos-kosan. Dia mencuri di kawasan Jalan Simpang Gajayana, Rabu (21/8) sekitar pukul 04.00.
Menurut barang bukti beserta pengakuan tersangka, aksi pencurian mengincar rumah kos mahasiswa. Dia memakai modus merusak rumah kunci sepeda motor dengan kunci letter, sebelum memaksa starter untuk hidup, dan membawa kabur kendaraan korban. Satu buah motor berhasil dicuri oleh pelaku.
Tapi, aksinya di peristiwa pencurian Jalan Bendungan Sigura-gura tidak seperti yang dibayangkannya. Pasalnya, warga menangkap basah Aris hendak mencuri motor. Akibatnya dia harus menjadi sasaran amuk massa. Beruntung, polisi yang menerima laporan segera merapat ke lokasi, sehingga dia tidak sampai babak belur menjadi sasaran emosi massa.
Dia ditangkap beserta satu buah motor, satu buah kunci letter diduga sebagai alat pencurian, serta uang tunai sebesar Rp 2 juta. Petugas saat ini masih mengembangkan motif dan alasan mencuri dari pegawai swasta ini, serta menggali kemungkinan adanya komplotan. “Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan, ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tutupnya.(fin/lim)



Loading...