Malang Post - Tekan Kecelakaan Lalu Lintas

Sabtu, 04 April 2020

  Mengikuti :


Tekan Kecelakaan Lalu Lintas

Kamis, 29 Agu 2019

SIAP OPERASI: Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung ketika memeriksa kesiapan personel sebelum dimulai Operasi Patuh Semeru 2019.

Operasi Patuh Semeru Dimulai 

MALANG - Jangan melanggar lalu lintas kalau tidak mau ditilang. Mulai Kamis (29/8), Polres Malang menggelar Operasi Patuh Semeru 2019. Sasarannya adalah pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas di jalan raya.
Pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2019 ini ditandai dengan apel gelar pasukan di halaman Mapolres Malang, Kamis (29/8) pagi. Dalam memimpin apel gelar pasukan, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan menekankan untuk menindak pelanggar lalu lintas.
"Kegiatan Operasi Patuh Semeru 2019 ini kami laksanakan selama 14 hari. Mulai hari ini (Kamis, red) sampai tanggal 11 September 2019," jelas Ujung.
Dikatakannya, diselenggarakannya Operasi Patuh Semeru 2018 ini, karena melihat masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas, yang disebabkan karena pelangggaran berlalu lintas. Sekaligus sebagai upaya cipta kondisi Harkamtibmas, pasca Pilpres dan Pileg serta keputusan MK menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. "Tujuannya adalah untuk menciptakan situasi Kamtibmas dan Kamseltibcar lantas supaya berjalan lancar dan kondusif," ujarnya.
Lebih lanjut, Ujung menyampaikan dalam kegiatan Operasi Patuh Semeru 2019 ini, konsep yang ditetapkan Harkamtibmas dengan mengedepankan upaya preemtif serta preventif. Sekaligus penegakan hukum secara selektif prioritas.
Khususnya terhadap delapan target pelanggaran yang dilakukan pengendara. Yakni, tidak menggunakan helm SNI, pemakaian safety belt, over speeding, pengemudi mengkonsumsi alkohol, pengemudi di bawah umur, melawan arus, menggunakan HP saat mengemudi, serta menggunakan rotator atau strobo.
"Tujuan dari kegiatan operasi ini, adalah meningkatkan disiplin berlalu lintas, menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, menelan fatalitas korban. Sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat. Karenanya, jangan sampai pelaksanaan operasi justru kontraproduktif dengan upaya meraih public trust," pungkasnya.(agp/lim)

Editor : halim
Penulis : agung

  Berita Lainnya





Loading...