MalangPost - Target Bebas Narkoba tahun 2020

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :

Target Bebas Narkoba tahun 2020

Jumat, 26 Jun 2020, Dibaca : 1743 Kali

MALANG - Hidup 100 persen di Era New Normal, Sadar Sehat, Produktif Tanpa Narkoba. Demikian tema peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2020. Upacara peringatan HANI oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang ini, dilakukan secara virtual karena dimasa pandemi Covid-19.
Peringatan HANI tahun 2020 ini dilakukan serentak secara virtual. Dipimpin langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden RI, Jumat (26/6) . Di Kabupaten Malang digelar  di Pendopo Agung Jalan Agus Salim Kota Malang.


Hadir dalam acara ini adalah Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut (PM) Chandra Hermawan dan Forkopimda. Peringatan ini sebagai bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Bupati Malang Drs. H. M Sanusi menyampaikan, saat ini di Kabupaten Malang penyebaran narkoba sudah bisa dibilang aman. "Secara kasat mata di kabupaten Malang sudah berjalan baik," ucapnya.


Namun demikian, Sanusi berharap segala bentuk peredaran narkotika di Kabupaten Malang harus dibabat habis. Pemkab Malang menargetkan angka temuan kasus kejahatan narkotika bisa ditekan sampai 100 persen.
"Saya berharap Kabupaten Malang 100 persen tidak ada Narkoba, hidup sehat bahagia tanpa narkoba," tegasnya.


Kepala BNN Kabupaten Malang Letkol Laut (PM) Chandra Hermawan menjelaskan, saat ini ditengah-tengah pandemi Covid-19, jumlah laporan kasus pelanggaran narkotika mengalami penurunan. Tetapi BNN tetap memonitor untuk mengantisipasi pelanggaran yang memanfaatkan momentum Covid-19.
"Modus kejahatan narkotika yang paling banyak ditemukan adalah tindakan sindikat kelompok jaringan. Mereka biasanya melalui jalur darat dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk kemudian masuk ke desa-desa,” urai Chandra.


Sedangkan di Kabupaten Malang jenis narkotika yang paling banyak ditemukan peredarannya adalah sabu-sabu dan pil koplo. Ironisnya pelanggar Undang-undang Kesehatan kebanyakan melibatkan anak dibawah umur.
“Kami sudah menyampaikan kepada Pak Bupati bahwa pencegahan narkoba pada anak usia di bawah umur, membutuhkan sinergitas dari seluruh stakeholder dan elemen masyarakat," paparnya.(agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Redaksi