MalangPost - Target 103 Ribu, Kartu Tani Baru Dibagikan Pada 70 Ribu Petani

Selasa, 11 Agustus 2020

  Mengikuti :

Target 103 Ribu, Kartu Tani Baru Dibagikan Pada 70 Ribu Petani

Kamis, 12 Des 2019, Dibaca : 879 Kali

MALANG - Rapat koordinadi (Rakor) dan evaluasi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Malang digelar Rabu (11/12). Di hotel Grand Palace, Kota Malang rakor tersebut dibuka langsung oleh Bupati Malang H.M Sanusi. Dalam sambutannya, Sanusi pun menyoroti tentang pembagian kartu tani yang belum merata. Padahal menurut dia, kartu tani merupakan sesuatu yang penting bagi para petani. Tidak sekadar untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, tapi kartu tani juga menjadi sarana akses layanan perbankkan.
" Kartu Tani ini memiliki fungsi yang cukup banyak. Bisa untuk simpanan, transaksi dan penyaluran pinjaman," katanya.
Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa ini juga mengatakan, melalui kartu tani, maka petani dapat memperoleh kepastian ketersediaan pupuk bersubsidi pada tiap pengecer atau kios yang telah ditunjuk untuk menyalurkan pupuk bersubsidi.
Mantan Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Kabupaten Malang ini juga mengatakan penerapan penggunaan kartu tani sudah disosialisasikan sejak tahun 2018 lalu. Namun demikian dari target 103 ribu, batu 70 ribu kartu tani yang didistribusikan. Melihat fakta tersebut, Sanusi pun berharap, melalui kegiatan rakor dan evaluasi KP3 ini, dapat diperoleh adanya solusi. Ya, menurut Sanusi belum meratanya pendistribusian kartu tani salah satu faktornya adalah petani tidak mau memberikan data pribadi kepada dinas terkait.
"Semoga melalui kegiatan ini ada kesamaan visi, dan dapat memperkaya wawasan mengenai kartu tani. Dan ke depan harapannya, dapat terwujud pemerataan distribusi pupuk bersubsidi, demi tercapainya produktivitas pertanian, sebagai salah satu sektor unggulan di Kabupaten Malang," ungkapnya.
Ketua KP3 Kabupaten Malang, Drs Iriantoro MSi juga mengatakan hal yang sama terkait pendistribusian kartu tani yang belum sesuai target. Lantaran itu, pria yang juga menjabat sebagai Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, berharap adanya evaluasi. Sehingga menurut dia, ke depan tidak ada lagi kendala yang muncul terkait pendistribusian pupuk bersubsidi.
"Tema yang kami usung adalah pemantapan pelaksanaan kartu tani guna efisiensi penyaluran pupuk bersubsidi. Sesuai dengan tema tersebut, kami berharap ke depan tidak ada lagi kendala penyaluran pupuk bersubsidi," urainya.
Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikulturan dan Perkebunan (DTPHP) Dr Budiar Anwar, mengatakan untuk pendistribusian pupuk bersubsidi saat ini tidak ada kendala. Itu karena jumlah pupuk yang didistribusikan kepada petani sudah dihitung dan sesuai data.
“Kalau ada petani yang kekurangan pupuk adti pemakaiannya berlebihan," katanya. Ditanya soal kartu tani yang belum merata, Budiar pun mengakuinya. Tapi demikian bukan karena pihaknya tidak bekerja. Terlebih dia mengatakan, saat ini data untuk kartu tani sudah sesuai nama dan alamat.
"Tapi kan ada perubahan. Ada pemegang kartu tani meninggal, sehingga jumlahnya berubah. Ini yang wajib kami lakukan update lagi," tandasnya.(ira)

Editor : Vandri
Penulis : Ravika