Tangkap 36 Orang, Komunikasi Secara Online | Malang Post

Selasa, 12 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 16 Okt 2019, dibaca : 936 , vandri, net

 JAKARTA - Mabes Polri mengungkapkan fenomena baru dalam jaringan terorisme di Indonesia. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jendral Polis M Iqbal menyatakan sebanyak 36 terduga teroris yang ditangkap beberapa waku terakhir banyak melakukan komunikasi secara online.
"Mereka melakukan interaksi lewat media sosial, yaitu salah satu plafrom WhatsApp dan sebagainya. Mereka bekomunikasi dan berinteraksi di sana," kata Iqbal di Jakarta, Rabu (16/10) kemarin.
Ia menyebutkan lewat komunikasi online itu pula para terduga teroris melakukan seremoni pengucapan sumpah janji kesetiaan atau baiat. "Ada beberapa tersangka yang sudah kita tangkap dan sudah berbaiat di sana, baiat online, dan karena mereka melakakukan interkasi, belajar, merakit bom melalui online, otomotatis broderless," beber  Iqbal.
Para terduga teroris itu, kata Iqbal, juga banyak belajar merakit bom melalui media sosial. Karena melalui media online, maka lokasi mereka pun disebut Iqbal berada di sejumlah lokasi dan tidak terpusat dalam satu titik.
"Karena itu mereka berpencar dimana-mana, jumlahnya kita duga tidak sedikit. Tim Densus 88, berpencar ke beberapa daerah. Di antaranya Manado, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Pandeglang, Cirebon, dan sampai ke Poso," ujar dia.
 Iqbal mengatakan para terduga teroris saat ini masih dalam awasan polisi. Polisi juga memastikan bahwa mereka telah melakukan mutigas untuk menghidndari tindakan yang tidak diinginkan.
"Total sampai hari ini dengan strategi masif kita dapat melakukan penangkapan dan sekaligus kita menghentikan aksi yang dilakukan kelompok ini. Dan semua hampir 90 persen mereka berbaiat secara online," tutup dia. (cni/van)



Loading...