Tanam Matoa, Khofifah Tandai Persaudaraan Jatim-Papua

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Senin, 02 Sep 2019, dibaca : 596 , bagus, has

SURABAYA - Berbagai upaya dilakukan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa untuk mempererat dan memperkuat hubungan persaudaraan antara Jatim dengan Papua, pasca insiden di Surabaya dan Malang. Khofifah menanam bibit buah Matoa di di halaman Edu Park, komplek Masjid Nasional  Al-Akbar Surabaya, Minggu (1/9) pagi kemarin.
“Pohon Matoa, pohon khas Papua. Pesan kita adalah persaudaraan. Apa yang tumbuh di Papua, kita juga mencoba menanam disini, seperti Matoa. Mudah-mudahan persaudaraan kita tumbuh subur dan baik,”  katanya Khofifah.
Sebelumnya, Khofifah mengirim logistik ke Papua melalui Kapal Rumah Sakit  KRI dr. Soeharso-990. Lalu menanam Matoa. Menurutnya, inspirasi penanaman Matoa saat kegiatan di Kediri. Dirinya melihat pohon khas Papua itu berbuah dengan sangat lebat. Seketika itu juga Khofifah langsung menghubungi Masjid Al-Akbar untuk mencari bibit buah Matoa di Surabaya.
“Saya akhirnya terinspirasi menanam pohon Matoa di sini. Tapi karena waktunya sangat pendek, saya minta tolong untuk dicarikan di Surabaya. Alhamdulillah dapat,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Usai menanam bibit Matoa, mantan  Menteri Sosial RI ini melepas peserta Jalan Sehat  Bersholawat dalam rangka memperingati Tahun Baru 1 Muharram 1441 H. Acara ini  rangkaian Peringatan Hari Besar Islam di Jatim, di halaman luar Masjid Al-Akbar Surabaya.
Khofifah menyebutkan, peringatan 1 Muharram bertujuan memperingati perjuangan Rasulullah SAW. Khususnya perjuangan membangun persemaian kehidupan  di atas pilar keberagaman dalam harmoni dan toleransi.
Artinya, imbuh Khofifah, jika kemarin masih ada ketertinggalan, maka sekarang kita harus bergerak ke arah yang lebih maju. Jika ada yang miskin, kita harus bergerak menyejahterakan. Jika ada yang belum terdidik, maka kita harus bergerak mencerdaskan.
“Tahun baru hijriyah merupakan penanda perjuangan Rasulullah meningkatkan harkat  dan martabat manusia,” pungkas Ketua Muslimat NU ini.  
Hadir di acara ini, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, DR. KH. Marzuki Mustamar Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Abdushomad Ketua MUI Jawa Timur, KH Muzakky Al Hafidz, dan Prof Dr KH Ridwan Nasir.(has/ary)



Rabu, 16 Okt 2019

Cemburu, Suami Bakar Istri

Loading...