MalangPost | Tampil All Out Rebut Hati Juri

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Tampil All Out Rebut Hati Juri

Senin, 16 Mar 2020, Dibaca : 4770 Kali

MALANG - Helatan Putri Kartini Malang Post 2020 memasuki babak eliminasi. Sebanyak 113 peserta bersaing di babak talent show dan interview. Mereka unjuk gigi di hadapan para juri saat menampilkan bakat dan wawasannya yang berlangsung di Graha Malang Post, Minggu (15/3) .
Sejak pukul 08.00 WIB, remaja putri dari SMA sederajat di Malang Raya ini terlihat mulai berdatangan di Graha Malang Post. Mereka pun menghadapi para juri, yakni Desainer Andi Sugix, Directo Of Ngalup.co Andien Paramitha, Fernandes Raymond dan Noer Adinda Zaeni dari Malang Post.
Calon finalis ini terlihat sudah siap bersaing, setelah sehari sebelumnya menjalani technical meeting serta pembekalan di Gets Hotel Kota Malang.


Peserta yang hadir menampilkan bakat dengan sangat maksimal dan penuh totalitas di hadapan para dewan juri. Beragam cara dilakukan ketika menampilkan suatu bakat yang mereka miliki. Salah satu peserta, Jessica Nissi Putri Kaban, ia menampilkan bakat yang jarang dimiliki oleh kebanyakan orang. Ketika sesi tes bakat, ia menampilkan dua bakat sekaligus, yakni membuat desain untuk fashion dan membuat sketsa gambar-gambar realis.
"Jujur saja awalnya merasa nervous, takut tidak memberikan kesan yang baik terhadap para dewan juri. Saya hanya ingin menampilkan bakat yang berbeda dari yang lainnya, saya tau bahwa mayoritas akan menampilkan tarian atau nyanyian, jadi saya cari yang berbeda. Dan juga bakat ini, merupakan bakat yang paling saya dalami dan kembangkan saat ini," tuturnya.


Ada hal luar biasa yang ditampilkan olehnya. Ketika audisi ia menggunakan pakaian yang didesain oleh dirinya sendiri. Menurutnya, desain baju yang dikenakan itu, terinspirasi dari Kate Middleton sang istri dari Pangeran William.
Bahkan dewan juri merasa takjub dengan hasil rancangannya, karena benar-benar mirip dengan pakaian khas sang putri kerajaan Inggris itu. "Saya memilih baju dengan nuansa Kate Middleton, karena ia merupakan seorang ratu yang tidak perlu menggunakan gaun berenda ataupun perhiasan yang banyak, untuk terlihat seperti ratu. Pembawaan dirinya sudah cukup menunjukkan bahwa dia adalah wanita yang memiliki wibawa. Hal itu memberi saya ide bagaimana membuat suatu karya yang tidak berlebihan atau simpel, tapi tetap elegan dan berkelas," papar dia.


Lain lagi pengakuan peserta dari SMAN 10, Najma Azalia Rahmadini. Tak kalah pecah, ia menampilkan tiga bakatnya secara langsung. Mulai dari story telling, acting sama bernyanyi. Najma sendiri menekuni bakatnya sejak usia dini, ditambah background keluarga, yakni ayah seorang musisi dan ibu sebagai guru bahasa Inggris.
"Saya bercerita tentang Nyi Roro Kidul yang cerita intinya dia adalah seorang putri terbuang, tetapi akhirnya bisa bangkit lagi dan membuat kerajaannya sendiri. Lalu ditambah dengan lagunya Beyonce yang judulnya 'Survivor', kebetulan lagu ini juga isinya tentang seseorang yang ditinggal orang yang mereka sayang, namun bisa bangkit lagi dari keterpurukannya," kelakarnya.


Saat menjalani interview, tangisnya pecah di hadapan para dewan juri. Ia mengakui terkesan atas dukungan oleh orang-orang di sekitarnya. Mulai dari orang tua, teman hingga para guru di sekolah. Dia ingin menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan bisa menjadi panutan bagi teman-teman di sekitarnya.
"Tadi itu saya otomatis menangis, nggak tahu kenapa, udah langsung turun air mata saja. Hmm harapannya ingin membentuk mental yang baik, dengan harapan bisa mengembalikan kepercayaan diri yang sempat redup karena anxiety saya. Dan saya juga ingin motivasi teman-teman untuk tidak ragu menampilkan bakatnya," ungkapnya dengan emosional.


Satu peserta lainnya, yaitu Aracely Evina Purnomo dari SMAK Santa Maria Malang merasa bahwa ia sudah menampilkan bakat bernyanyinya dengan cukup baik di depan para juri. Walaupun tiba-tiba ketika di depan para juri, ia diminta untuk speaking  menggunakan bahasa Inggris. Hebatnya, sekalipun mendadak Aracely tetap lancar dan dapat menjawab dengan baik.
“Ketika mau masuk deg-degan karena belum pernah ikut ajang seperti ini. Nah, saya diminta untuk menjelaskan mengapa suka bermain piano, tetapi berbicara menggunakan bahasa Inggris. Sebenernya deg-degan tetapi untung bisa menjawab dengan baik,” tutur Aracely


Setelah melewati proses seleksi yang sangat ketat ini, akhrinya disaring menjadi 30 besar yang bakal berjibaku sampai babak grand final nanti.
Saat  menentukan 30 besar, empat dewan juri sempat berdebat panas. Sebab, awalnya hanya dipilih 25 finalis saja. Hanya saja, karena penampilan peserta ketika interview, unjuk bakat sampai tes tulis, akhirnya ditambah lagi lima finalis (nama 30  finalis yang lolos di halaman 13).
"Kami putuskan 30 finalis, karena kami memang ketika melakukan penilaian ya 30 nama ini yang benar-benar mengesankan. Mau meninggalkan lima nama, sayang banget," tutur Andy Sugik yang juga diamini tiga juri lainnya.


Usai babak interview, unjuk bakat dan tes tulis, 30 finalis selanjutnya bakal ditempa dan dinilai melalu berbagai agenda. Mulai dari karantina yang berlangsung pada 21-22 Maret 2020 di Kaliwatu Rafting. Selain itu ada agenda lainnya, yang digelar sebelum grand final. (genzi/ley/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Genzi