Tambah SOP Keselamatan Petugas Damkar | Malang Post

Senin, 20 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 14 Okt 2019,

MALANG – Standar keselamatan kerja menjadi perhatian penting bagi petugas yang beresiko, termasuk petugas pemadam kebakaran (PMK). Agar kejadian petugas  Damkar yang mengalami kecelakaan saat memadamkan api tidak terulang kembali. Perlu ada penambahan poin Standard Operational Procedure (SOP) dalam penanganan pemadaman kebakaran.
Seperti diberitakan sebelumnya,  petugas Damkar, Ahmad Jamroni yang memadamkan api di Jalan Tutut Kelurahan Arjowinangun, Kedungkandang Sabtu (12/10) lalu mengalami kecelakaan dan mengalami luka bakar cukup serius. Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan hal ini saat mengunjungi Ahmad Jamroni di RS Saiful Anwar Malang.
“Sepertinya memang harus ada tambahan SOP, seperti pemantauan menyeluruh di lapangan atau target operasi,” kata Sutiaji.
Ia merujuk pada kronologi  kejadian kecelakaan kerja yang dialami Jamroni. Musibah yang menimpa Jamroni dikatakan terjadi saat ia dan 20 petugas pemadam kebakaran berupaya menjinakkan api di lahan seluas 500 meter persegi milik Sukirman di Kecamatan Kedungkandang.
Saat proses pemadaman berlangsung, Ahmad terperosok ke selokan sedalam 8 meter. Ia sempat tenggelam dalam tumpukan abu bekas kebakaran yang masih menyimpan bara api. Akibatnya sekujur kaki dan tangannya melepuh saat dievakuasi.
"Jadi, ada tebu yang kebakaran. SOP, sebetulnya sudah dilakukan sesuai. Baju yang dikenakan juga sesuai.Ternyata di dalamnya itu terdapat kubangan yang berisi limbah. Limbah panas membara. Dan korban terperosok," ungkap Sutiaji.
Dari kejadian tersebut, wali kota  mengharapkan ada penambahan SOP dalam pelaksanaan tahapan penanganan kebencanaan. Sehingga hal-hal yang merugikan bisa diantisipasi dengan baik.
"Ke depan memang ada tambahan SOP sebelum masuk ke titik itu harus ada pantauan lapangan. Salah satunya kita tanya kepada pemilik lahan lokasi itu. Apa-apa yang ada di dalamnya, sehingga hal-hal krusial bisa terantisipasi," tegasnya.
dr Yance Hanzie Setyo yang menangani korban menyatakan, jika luka bakar yang dialami oleh Ahmad mencapai 37 persen di tubuhnya.  Yakni mulai dari lengan tangan kanan dan kiri serta kaki. Pihaknya juga sudah melakukan tahapan pembersihan dan pemulihan pertama dengan melakukan operasi tahap awal.
"Sudah kami lakukan pembersihan di awal untuk keseluruhan luka. Sekarang proses tahap pemulihan. Kami akan lakukan observasi sekitar tiga hari ke depan. Kalau memang hasilnya baik, maka bisa diputuskan untuk pulang atau bisa juga ada tahapan operasi tahap kedua," pungkasnya. (ica/aim)

Editor : aim
Penulis : sisca






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...