Malang Post - Tambah RTH, Prioritaskan Lahan Makam

Selasa, 31 Maret 2020

  Mengikuti :


Tambah RTH, Prioritaskan Lahan Makam

Minggu, 13 Okt 2019

MALANG - Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Malang semakin mengecil. Sementara pembangunan taman baru bukan prioritas lagi saat ini. Untuk itulah RTH Kota Malang akan dikembangkan dengan prioritas pengembangan lahan makam.
Lahan makam yang semakin mencapai batas kapasitas penampungannya juga menjadi kekhawatiran tersendiri. Inilah mengapa prospek pengembangan RTH di lima tahun ke depan ditekankan pada perluasan lahan makam.
Rencana perluasan dan penambahan lahan makam bakal difokuskan di kawasan timur Kota Malang. Yakni kawasan Kecamatan Kedungkandang. Lokasi tepatnya di Kelurahan Buring-Kelurahan Wonokoyo Kecamatan Kedungkandang.
Hal ini disampaikan Kepala UPT Tempat Pemakaman Umum Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Malang Takroni Akbar.
“Sementara ini lahan-lahan pemakaman memang masih mencukupi tetapi untuk jangka waktu lima tahun ke depan saja. Setelah itu bakal susah,” tegasnya belum lama ini.
Dijelaskannya, untuk mengantisipasi itu, rencananya akan dibuat TPU di kawasan Buring. Selain memberikan fasilitas umum pada warga masyarakat juga untuk meningkatkan prosentase RTH Kota Malang yang hingga saat ini masih di angka yang kurang maksimal dari standar RTH daerah pada umumnya.
Ia menambahkan, TPU Buring akan dibangun pada lahan seluas 100 hektare. Namun untuk tahap awal, pada 2020 mendatang akan dibangun dulu seluas 2 hektare. Direncanakan pula TPU ini akan menjadi TPU lintas agama.  “Jadi ada Muslim, Budha, Nasrani semua bisa di situ. Tapi nanti ada pembatas areanya di tiap-tiap agama tadi,” tegasnya.  
Sementara itu menurut data Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang, RTH publik di Kota Malang saat ini mencapai 2.350 ha. Meliputi RTH jalur jalan, RTH Taman, Lapangan dan lainnya. Sementara RTH lain yakni RTH Privat seluas 1.383 ha di Kota Malang saat ini meliputi, lingkungan pemukiman, taman kantor, dan taman gedung komersil.(ica/lim)

Editor : aim
Penulis : sisca

  Berita Lainnya





Loading...