Taman Bermain SD Charis Latih Siswa Mandiri dan Pantang Menyerah | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 31 Okt 2019, dibaca : 303 , rosi, imam

KREATIF: SD Charis memiliki taman bermain yang juga berfungsi untuk melatih kemandirian siswa.

MALANG- Area bermain atau playground yang ada di SD Charis menjadi salah satu sarana penting. Taman bermain yang berada di salah satu sudut sekolah ini, dilengkapi dengan wahana yang melatih siswa menjadi terampil, pantang menyerah dan mandiri. Di tempat bermain tersebut ada sarana semacam panjat tebing, baik dengan peralatan tali maupun batu-batu yang ditempel sebagai pijakan kaki dan pegangan tangan. Kondisi tanahnya pun dibuat tidak rata, agak miring dan sedikit curam.
Kepala SD Charis Susane Ikawati, M.Pd. mengatakan, taman bermain siswa memang sengaja didesain sedemikian rupa untuk memberikan tantangan pada siwa siswa. 
"Kemungkinan siswa jatuh itu ada, tapi kami tata agar siswa yang jatuh tidak mengalami cedera," katanya. 
Susan berharap siswa mengalami kesulitan melakukan permainan tersebut, bahkan kalau bisa sampai jatuh pun bukan masalah. Sebab disitulah ada nilai pendidikan agar anak pantang menyerah dan bisa bangkit dari kegagalan. 
“Anak-anak boleh jatuh untuk bisa berdiri lagi, bahkan harus jatuh untuk mereka bangkit dan mencoba lagi,” ujarnya. 
Menurut Susan, pendidikan karakter tidak cukup dengan teori. Harus ada pengalaman yang langsung dirasakan dan dialami peserta didik. Keberadaan sarana bermaian yang edukatif tersebut dapat menjadi bagian dalam menerapkan pendidikan karakter yang efektif. “Satu pengalaman lebih baik dari seribu kata yang berisi teori saja,” jelasnya. 
Keberadaan sarana atau media, lanjutnya, sangat penting agar pembelajaran berjalan dengan efektif. Dan penggunaan media tidak hanya pada mata pelajaran saja. Pendidikan karakter pun membutuhkan media pembelajaran. Teori saja tidak cukup. Siswa perlu mendapatkan pengalaman agar menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri, sesuai tujuan pendidikan karakter. 
Ia mengaku pada awalnya sebagian orang tua merasa khawatir dengan tempat bermain yang didesain sedemikian rupa. Namun setelah guru memberikan pengertian mereka mau menerima. Taman Bermain siswa SD Charis dilengkapi dengan tempat guru untuk mengawasi anak bermain. 
Sehingga kalau terjadi sesuatu langsung bisa ditangani. 
“Menurut kami ini adalah pendidikan yang berharga bagi anak. Sebagai orang tua kita bisa memilih antara menjaga anak kita tetap aman tanpa pernah jatuh atau membiarkan mereka jatuh saat mencoba dan bermain tetapi mereka belajar untuk menjadi kuat. Dan tentu saja ada guru yang menjaga keamanan mereka selama proses belajar,” tuturnya.
Susan menambahkan, sebagai upaya mewujudkan sekolah ramah anak SD Charis juga menyediakan ruang bermain yang tidak hanya luas, tetapi memiliki nilai edukasi. Dengan demikian ruang atau tempat bermain tidak sekadar ada tetapi memiliki fungsi dan tujuan yang jelas.
Selain tempat bermain, halaman sekolah di Jalan Telaga Bodas ini juga didesain tidak biasa. Pengunjung akan melihat pagar sekolah yang dibuat seperti gelombang ombak. Disitu juga ada tempat bermain menyerupai kapal yang siap berlayar. 
Di dinding tempat kapal bersandar, terpampang tulisan yang dapat dibaca dengan jelas. ‘Life Begins At The End Of Your Comfort Zone’. Artinya kehidupan itu dimulai di ujung zona nyamanmu. “Kami ingin anak-anak keluar dari zona nyaman mereka untuk menemukan kehidupan yang sebenarnya,” pungkasnya. (imm/oci)



Kamis, 05 Des 2019

Ilmu Lebih Penting Dari Gaji

Loading...