Tak Terurus, Warga Ingin Kebat Operasi Lagi

Selasa, 02 Juni 2020

  Mengikuti :


Tak Terurus, Warga Ingin Kebat Operasi Lagi

Kamis, 19 Mar 2020, Dibaca : 690 Kali

BATU – Keberadaan tempat wisata edukasi Kampung Edisi Budaya Alam dan Tradisi (KEBAT) Dusun Wukir Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu belum maksimal untuk wisatawan. Tempat tersebut tidak lagi dikelola dengan baik dan tidak terawat. Wisatawan pun semakin enggan menjadikan lokasi itu sebagai destinasi.

 

Warga Dusun Wukir, Joharia mengatakan, pengelolaan wisata KEBAT berakhir pada 2018 lalu. Hingga sekarang tempat tersebut belum terurus. Warga yang berjualan kuliner di sekitar lokasi wisata juga mengalami sepi pembeli.  
“Kami dulu sangat bangga. Keberadaan tempat wisata tersebut menambah penghasilan dari warung ketika pengunjung datang,” ungkapnya Kamis (19/3).


Pihaknya sebenarnya masih berharap wisata Kebat dibuka lagi sebagai tempat wisata yang memiliki nilai edukasi. Itu karena keberadaannya mampu menambah penghasilan masyarakat Desa Torongrejo. Tetapi hingga sekarang belum ada kepastian, kapan wisata KEBAT ini operasi kembali. 
Joharia menambahkan, tempat wisata KEBAT awalnya sangat bagus. Kemungkinan, lokasi yang jauh dari tempat umum serta orang jarang mengetahui keberadaan kawasan wisata tersebut. Kondisi itu menjadikan KEBAT sepi. 
“Kami berharap wisata tersebut bisa dimaksimalkan lagi pengelola wisata maupun Pemkot Batu. Apalagi sekitaran lokasi ada banyak situs kuno yang ditemukan masyarakat sehingga fasilitas semakin lengkap,’’ kata dia.


Hal senada juga disampaikan Ketua RT 01 Dusun Wukir, Sutopo. Jika KEBAT dikelola dengan baik, bisa jadi tempat strategis bagi masyarakat memutar ekonomi. Wisata itu memiliki cerita sejarah menarik. Karena dekat sungai Brantas bersebelahan dengan penemuan arca Dewa Siwa warga desa Pandem. 
“Ada kemungkinan dekat lokasi wisata KEBAT masih ada candi-candi yang belum ditemukan,” pungkasnya. (mg2/feb)

Editor : febri
Penulis : mg2