Tak Takut Gagal, Terapkan Ilmu Padi | Malang POST

Minggu, 23 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Tak Takut Gagal, Terapkan Ilmu Padi

Rabu, 22 Jan 2020,

Jangan Takut Mencoba. Prinsip ini dipegang betul oleh Ajeng Kinanti Ramadhini, mahasiswi Universitas Islam Malang (Unisma). Ia memiliki segudang prestasi di usia belianya. Menurutnya jika muda-mudi memegang prinsip yang sama dengannya, segala aral rintangan menggapai cita-cita akan terlewati.
Setidaknya inilah yang ia pegang saat mengikuti beberapa kompetisi yang ia ikuti dan menangkan belum lama ini yakni Duta Kampus Unisma dan Duta Hijab KORPRI se Malang Raya.
“Prinsip dari saya yang juga harus dipegang anak muda saat ini yaitu ‘jangan takut mencoba’. Karena jika kita mencoba kita akan mendapat dua kemungkinan, yaitu gagal  atau berhasil,” papar gadis yang akrab disapa Ajeng ini.
Kemudian, lanjutnya, dari dua kemungkinan tersebut seseorang yang mencoba akan mendapat pelajaran yang tidak akan ada ruginya. Dari keberhasilan, Ajeng melanjutkan, seseorang bisa belajar bagaimana bisa tetap menerapkan ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk.
Lalu dari kegagalan seseorang juga bisa belajar, mungkin usaha dan doa yang belum maksimal dilakukan alias kurang. Dari kegagalan kita juga bisa belajar mungkin Tuhan masih ingin melihat usaha kita yang lebih lagi.
“Tapi jika kita sama sekali tidak mencoba, kita tidak akan mendapatkan apa-apa,” tutur Duta Kampus Unisma Runner Up I Tahun 2019 ini.
Ajeng mengatakan lagi sebelum mencoba sesuatu yang baru tentunya ada perasaan yang menghambat. Yang dipikirnya sebuah hal yang normal dapat terjadi pada siapapun. Seperti gugup dan takut.
Tentu saja hal ini dirasakannya. Ia menceritakan saat mengikuti kompetisi apapun seperti biasa ia pasti merasakan gugup, kurang percaya diri dan banyak hal lainnya yang membuatnya resah dan ingin mundur.
“Tetapi menurut saya, jika kita tidak pernah mencoba maka kita tidak akan pernah tahu hasilnya bagaimana, apakah kita berhasil atau gagal. Ya kan,” tandas mahasiswi jurusan Teknik Sipil semester III ini.
Gadis kelahiran Tahun 2000 ini mengungkapkan lagi, bahwa dalam pengalamannya mencoba sesuatu yang baru hal menarik dan pengalaman berharga mengikuti. Ia menceritakan pengalaman susahnya dirinya mengikuti kompetisi karena tidak bisa menggunakan make-up.
Padahal ajang-ajang yang diikutinya memang menuntut keahlian tersebut dipunyai tiap kontestannya. Dari situ ia belajar kembali hal baru yang belum pernah dilakukan atau bahkan dijamahnya.
“Kemudian saat diamanahkan menjadi duta kampus, tanggung jawab juga ada yang dipikul dan sangat besar karena kita harus menjaga sikap karena sudah menjadi ikon dan sorotan di kalangan mahasiswa,” tandas Runner Up I Duta KOPRI se Malang Raya tahun 2019 ini menceritakan hal baru yang dipelajarinya.(ica/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Francisca Angelina

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...