Tak Tahan Campur Tangan Mertua - Malang Post

Rabu, 20 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 14 Okt 2019, dibaca : 477 , halim, fino

MALANG - Kehidupan pernikahan bukan hanya penyatuan antara pria dan wanita. Semua pasangan yang sudah mengarungi bahtera rumah tangga sangat paham, bahwa ikatan suci ini adalah penyatuan antara dua keluarga. Namun apa yang dialami Amel, bisa jadi juga dialami oleh banyak wanita lain.
Wanita 30 tahun ini menikah dengan Ronald, 32, warga Klojen Kota Malang. Sebagai istri, Amel ikut dengan suaminya, tinggal di rumah orang tua Ronald. Karena belum mandiri, Ronald harus menumpang di rumah orang tuanya untuk menjalani kehidupan rumah tangga bersama Amel.
Tentu saja, banyak persoalan yang muncul ketika rumah tangga serumah dengan rumah tangga lain.
Benar saja, setelah menikah tahun 2011, Amel hanya merasakan kedamaian rumah selama satu tahun. Memasuki tahun 2012, suasana rumah tangganya mulai rusak. Orang tua Ronald makin rajin mencampuri urusan dapur dari Amel. Sebagai orang tua, bukan hal yang salah untuk mengarahkan anak. Tapi, bagi dua orang dewasa yang bisa membuat keputusan sendiri dan bertanggungjawab atas keputusan itu, campur tangan orang tua sangat mengganggu bagi Amel.
Sejak 2012 ini pula, Amel merasa rumah tangganya sudah tak lagi tenang. Selama bertahun-tahun pula, pertengkaran demi pertengkaran terjadi karena orang tua Ronald yang terlalu ikut campur. Hingga akhirnya, Amel tak tahan dengan situasi ini.
Dia memilih pamit dari rumah tersebut sekaligus pamit dari tugasnya sebagai istri Ronald. Gugatan cerai diajukan, dan hakim PA Malang berusaha mendamaikan Amel dan Ronald. Tapi, Ronald tak pernah menampakkan batang hidungnya dalam persidangan. Sehingga, hakim memutus mengabulkan gugatan cerai Amel.(fin/lim)



Sabtu, 16 Nov 2019

Gila Balap Mobil dan Taruhan

Loading...