MalangPost | Tak Peduli Rugi, Pengelola Wisata Dukung Libur

Sabtu, 06 Juni 2020

  Mengikuti :


Tak Peduli Rugi, Pengelola Wisata Dukung Libur

Rabu, 18 Mar 2020, Dibaca : 1446 Kali

MALANG - Tempat wisata di Kota Malang dan Kota Batu mulai tutup sejak Selasa (17/3). Para pengelola objek wisata mendukung kebijakan itu lantaran untuk kebaikan bersama. Yakni mencegah penyebaran virus corona.
Tempat-tempat wisata di Kota Malang mulai menutup akses kunjungan menyusul perintah Wali Kota Malang Sutiaji sehari sebelumnya. Kebijakan itu sebagai tindakan kesiapsiagaan menghadapi ancaman virus corona.
Tak  terkecuali wisata kampung tematik seperti Kampung Tiga Dimensi (Kampung Tridi) Kota Malang. Pantauan Malang Post, kampung ini memasang pengumuman tutup sementara. Suasana kampung pun sepi dari kunjungan. Tidak terlihat jejeran kendaraan yang biasanya terparkir. Hanya beberapa kendaraan milik warga saja yang tampak.


Salah satu pengurus Paguyuban Kampung Tridi, Adnan mengakui paguyuban mulai menjalankan kebijakan penutupan tersebut. “Sebagai warga yang baik bersama kawan-kawan paguyuban kami menjalankan perintah penutupan sementara mulai hari ini sampai batas yang ditentukan Pemkot Malang,” jelas Adnan saat dikonfirmasi Malang Post.


Untuk diketahui, Kampung Tridi memiliki jumlah pengunjung di hari biasa sekitar 500 hingga 600 orang. Saat weekend atau hari-hari libur bersama, bisa mencapai 1.000 lebih pengunjung tiap harinya. Tiket masuk hanya Rp 3 ribu.
Meski begitu warga Kampung Tridi tidaklah keberatan dengan kebijakan tersebut. Pasalnya isu menyebarnya virus corona di Indonesia memang harus diantisipasi sejak dini. Adnan mengakui warga mendukung kebijakan tersebut.


Hal ini pun dimanfaatkan dengan baik. Pasalnya, warga kampung mulai leluasa untuk melakukan kegiatan yang biasanya tidak dilakukan dengan maksimal. Seperti bersih-bersih.
“Ya saya dann kawan-kawan ini mulai tadi pagi juga bersih-bersih dan memperbaiki wahana,” tegas Adnan.


Bahkan sebagian warga lainnya mulai melakukan perbaikan bagian-bagian kampung dengan melakukan pengecatan tembok. Adnan menjelaskan warga menggunakan masa penutupan tempat wisata ini untuk bersih-bersih dan memperbaiki yang bisa diperbaiki.  

 

Libur, Wisata Kota Batu Benahi Fasilitas
Pengelola tempat wisata di Kota Batu pun legowo dengan kebijakan Pemkot Batu menutup tempat wisata. Meski begitu, pengelola tidak serta merta meliburkan pegawainya. Pegawai beraktivitas seperti biasa dengan melakukan perawatan tempat wisata.
Seperti yang dilakukan di Taman Rekreasi Selecta. Direktur PT Selecta Sujud Hariadi mengatakan, bencana non alam akibat Covid-19 merupakan persoalan bersama. Karena semua pihak mendukung, termasuk pihaknya.
Selecta kata Sujud, melakukan perawatan atau perbaikan fasilitas selama diliburkan. Sedangkan pegawai yang tetap masuk merupakan mereka yang berusia di bawah 50 tahun. Sementara yang libur atau bekerja di rumah yakni karyawan  berusia 50 tahun keatas, ibu hamil, dan ibu yang sedang menyusui.


Ketua PHRI Kota Batu ini mendata, total karyawan di PT Selecta ada 160 karyawan tetap dan kontrak. Sedangkan casual ada 100 lebih. Dengan jumlah karyawan berusia 50 tahun keatas sebanyak 12 orang.
Selain itu, kebijakan lainnya seperti SOP pencegahan covid-19 telah dilakukan. Di antaranya menyiapkan hand sanitiser, thermal scaner, penyemprotan disinfektan tiap tiga hari, dan juga meminta pegawai untuk saling jaga jarak sekitar 1-2 meter ketika saling berbicara.
"Menyikapi bencana epidemi ini, selain menutup tempat wisata. Saya sangat setuju dengan aturan social distancing atau pembatasan sosial. Karena dengan larangan itu akan memperkecil penyebaran virus," imbuhnya.


Public Relation & Manager Marketing JTP Group Titik S Ariyanto mengatakan pihaknya mulai tutup sejak 20 Maret hingga 20 April.   Selama penutupan lokasi wisata, pihaknya tidak akan meliburkan karyawan secara penuh. Rencananya karyawan akan bekerja secara bergantian. (ica/eri/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi