Tak Merasa Kapok - Malang Post

Kamis, 21 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 07 Sep 2019, dibaca : 812 , Parijon, Amanda

MALANG - Memiliki hobi berolahraga, membuat Ega Calvina Putri memiliki rasa penasaran terhadap salah satu olahraga yang cukup ekstrem, yakni paralayang. Perempuan berusia 20 tahun tersebut mulai tertarik untuk mencoba ‘terbang’ dengan parasut sejak awal 2019 lalu.
Di tengah perjalanannya, Calvina sempat mengikuti ajang Porprov 2019  pada kategori akurasi individu putri dan menunjukkan kebolehannya.
Calvina mengaku jatuh cinta dengan olahraga tersebut lantaran sering melihat para atlet yang berlatih untuk terbang dengan menggunakan parasut.
“Awalnya sering lihat-lihat gitu. Kemudian, ada beberapa rekan yang ngajakin. Karena penasaran akhirnya saya mencoba untuk belajar,” terang perempuan kelahiran 8 Mei 2019 ini.
Setelah itu, Calvina langsung mengikuti sekolah paralayang dengan mempelajari berbagai teknik. Mulai dari ground handling hingga mengenal path. Mulanya, ketika mempelajari olahraga tersebut, ia mengaku deg-degan.
“Awalnya diajarin terbang bersama pelatih. Selama kurang lebih dua bulan, saya benar-benar melakukan latihan. Belajar pengenalan arah angin dan lainnya. Setelah itu baru dilepas dan harus belajar sendiri,” jelas dia.
Selama latihan, Calvina mengaku sempat merasa tegang dan panik ketika parasutnya sedikit bermasalah. Ketika itu, dia mengaku, parasut yang digunakan untuk latihan memiliki pori-pori yang cukup besar. Sehingga, angin dengan bebas keluar masuk, tanpa tertahan. Padahal, ketika menerbangkan parasut, kondisi parasut harus mampu manahan angin, agar parsutnya bisa berkembang.
“Saat itu, saya sempat panik. Ketika berada di udara, melalui Handie Talkie (HT), pelatih meminta saya untuk tetap tenang. Saya diminta untuk mengarah ke landing. Pelatih sempat bilang, kalau misalnya landing di sawah, nggak papa. Disitu makin deg-degan,” ujar Calvina.
Saat itu, Calvina berupaya untuk menenangkan diri. Pelan-pelan, ia mengarahkan parasutnya ke arah tempat landing. Pelan tapi pasti, akhirnya mendarat dengan selamat.
“Saat itu, saya berusaha tenang dan lebih ke pasrah. Namun, ketika sudah landing rasanya lega,” ujar dia sambil terkekeh.
Meski demikian, Calvina tak merasa kapok dan terus semangat untuk berlatih. Di tengah terik panas matahari dan medan yang cukup ekstrem, tak menyurutkan langkahnya untuk berusaha terbang. Hal tersebut akhirnya membuahkan hasil. Ia dipercaya untuk menunjukkan kebolehan dalam ajang Porprov 2019 belum lama ini.
“Ketika jelang Porprov, latihannya lebih ketat lagi. Satu minggu, bisa sampai tiga hingga empat kali, mulai dari jam 08.00 pagi hingga jam 15.00 sore. Demi mempersembahkan yang terbaik dalam ajang tersebut,” kata dia.
Namun, dewi fortuna masih belum berpihak padanya. Saat itu, ia masih kurang beruntung dan tidak mendapatkan prestasi. Namun, hal tersebut justru sangat berkesan dan membuatnya semangat untuk berlatih. “Rasanya senang bisa mendapat kepercayaan. Apalagi, dukungan dari teman-teman juga banyak,” jelas dia.
Namun, saat ini, Calvina mengaku sudah jarang berlatih. Sebab, ia masih disibukkan dengan jadwal koass dokter gigi di Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB). “Sementara, mau fokus koass dulu. Sebab, jadwal latihan dan koass benturan. Setelah lulus, akan latihan lagi,” tutup Calvina.(tea/jon) 



Kamis, 21 Nov 2019

Serba Mandiri

Rabu, 20 Nov 2019

Bikin Bahagia dengan Masakan

Loading...