MalangPost - Tak Cukup Main Bagus

Selasa, 11 Agustus 2020

  Mengikuti :

Tak Cukup Main Bagus

Rabu, 27 Nov 2019, Dibaca : 1158 Kali

JAKARTA  – Main bagus, menguasai permainan namun tidak bisa mencetak gol. Hal itu yang terjadi pada Arema FC, ketika takluk dari tuan rumah Bhayangkara FC dengan skor 0-1, Rabu (27/11) sore. Bertanding di Stadion PTIK dengan dukungan ratusan Aremania pun, tim Singo Edan seperti lupa mencetak gol dan harus mengakui keunggulan The Guardians.
Arema memulai laga dengan baik sekitar 20 menit pertama. Hamka Hamzah dkk mengontrol jalannya pertandingan dan memiliki peluang emas. Akan tetapi, mereka akhirnya kecolongan melalui serangan balik ketika asyik menyerang. Sektor kanan yang sudah terlanjur menyerang, membuat pertahanan lowong, dan dimaksimalkan oleh Bruno Matos serta Adam Alis Setyano.
Pada menit 40’, Adam Alis menjebol gawang Kurniawan Kartika Ajie, dan menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan ini. Arema tak bisa menjebol gawang tuan rumah, sekalipun melakukan 14 percobaan tendangan ke gawang, dengan delapan diantaranya mengarah ke gawang Wahyu Tri.
Dalam laga lawan Bhayangkara FC, Arema juga tercatat menguasai bola mencapai 62 persen, berbanding 38 persen dari tim tuan rumah.
“Kami bermain bagus, menguasai pertandingan. Tetapi, hasil akhir yang sangat mengecewakan,” ujar Pelatih Arema, Milomir Seslija.
Bahkan, ia menilai, bila anak asuhnya jauh bermain lebih baik di pekan 29 Liga 1 2019 ini, ketimbang dengan ketika mereka bermain di Stadion Kanjuruhan, menjamu Persija Jakarta, pekan lalu. Kala itu Arema justru bisa memaksakan bermain imbang 1-1 melawan Macan Kemayoran, meski banyak mendapatkan serangan dari lawan.
Dalam laga ini, pelatih dengan sapaan akrab Milo itu menilai, timnya mendominasi di 30 menit pertama. Ada 2-3 shoting ke arah gawang lawan, baik melalui Riky Kayame maupun Ahmad Nur Hardinato.
“Tetapi kami kurang beruntung. Jelas, kekuatan Bhayangkara FC ada pada serangan balik mereka. Kami bahkan bermain lebih baik dari saat melawan Persija,” ungkapnya.
Arema memang kebobolan melalui counter attack. Padahal, hal tersebut juga sudah diwaspadai oleh Arema sejak sebelum pertandingan.
“Setelah skor 1-0 kami mencoba mengejar ketertingalan. Terus menyerang. Tetapi mereka rapat, disiplin dan bertahan dengan sanggat baik,” tutur dia.
Milo sangat kecewa, karena timnya tak efektif dalam memaksimalkan peluang. Menguasai jalannya pertandingan, dia anggap percuma bila hasil akhirnya kalah. “Kami kurang efektif memanfaatkan peluang dan kurang kolektivitas,” tambahnya.
Dengan hasil tersebut, Arema tertahan di peringkat enam dengan koleksi 42 poin. Namun, posisi masih terancam tergusur Persib Bandung dan PSS Sleman yang baru akan bermain Kamis (28/11) hari ini. Arema pun gagal naik di klasemen sementara, memanfaatkan hasil klub lain seperti Madura United yang kalah serta Borneo FC juga tumbang di kandang sendiri. (ley/jon)

Editor : Parijon
Penulis : Stenly