Tak Ada Sel Khusus buat Sugeng, Pembunuh dan Pemutilasi Mayat Pasar Besar - Malang Post

Sabtu, 23 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 11 Okt 2019, dibaca : 2073 , halim, fino

MALANG - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Malang, Yudi Suseno menegaskan Sugeng Santoso, gelandangan Pasar Besar, tidak akan mendapat perlakuan khusus. Kendati Sugeng didakwa membunuh dan memutilasi wanita di lantai atas Pasar Besar Malang, Yudi menyebut perlakuan terhadap Sugeng tetap sama dengan terdakwa lain.
“Sudah sekitar dua bulan dia dititipkan di Lapas Lowokwaru. Saat ini, dia sedang menjalani masa pengenalan lingkungan Lapas. Dia berada di blok yang dipergunakan untuk memperkenalkan lingkungan Lapas kepada tahanan kejaksaan,” ujar Yudi kepada Malang Post, Jumat.
Menurut Yudi, sikap dan perilaku Sugeng mutilasi selama berada di Lapas Lowokwaru, tidak menunjukkan sakit mental. Sugeng tetap beraktivitas seperti biasa, layaknya manusia normal. Dia juga tidak bersikap seperti orang gila. Sampai saat ini, pihak Lapas masih terus melakukan observasi terhadap Sugeng.
“Dia masih dalam tahapan masa pengenalan lingkungan. Tak ada yang berbeda dalam hal perlakuan. Tindak tanduk dan perilakunya juga tidak seperti orang yang sakit jiwa, biasa saja. Dia berlaku sama seperti warga binaan lain, hanya saja pengawasan masih terus dilakukan,” tandas Yudi.
Yudi juga menyebut tidak ada sel khusus yang memisahkan Sugeng dari tahanan lain. Lapas Lowokwaru menempatkan warga binaan dalam sel khusus pengamanan maksimal untuk yang tervonis tindak kejahatan spesial, seperti terorisme. Karena itu pula, Sugeng tinggal di blok biasa, satu sel dengan tahanan kejaksaan lainnya.
Sugeng didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, dan didakwa dengan pasal 340 KUHP. Sebelum memutilasi wanita tanpa identitas, Sugeng terlebih dahulu menggorok leher korban dengan gunting besar. Setelah itu, dia memutilasi tubuh korban.
Dia mencincang korban setelah tak bisa menyalurkan napsu seksualnya. Jika dia terbukti bersalah di mata hakim Pengadilan Negeri Malang, maka Sugeng bisa divonis maksimal hukuman mati, sesuai dengan amanat pasal tersebut. “Kendati perlakuannya sama dengan tahanan kejaksaan yang lain, dia tetap mendapat atensi khusus,” tutup Yudi.(fin/lim)



Loading...