Tahun ini, Dua Desa Jalankan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap | Malang POST

Kamis, 20 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 23 Jan 2020,

BATU - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batu memiliki target  menyelesaikan 10.000 peta bidang dan sertifikat tanah sebanyak 8.500.
Hal itu disampaikan Plt Kepala BPN Kota Batu, Sri Hendarwati di sela-sela pembagian sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Bumiaji, Kota Batu, Rabu (20/1).
"Setiap tahun, BPN melalui program PTSL menargetkan 10.000 peta bidang dan 8.500 sertifikat tanah terselesaikan. Tahun ini, program tersebut dilaksanakan di dua desa, Desa Giripurno dan Mojorejo," ujar Sri Hendarwati kepada Malang Post.
Ia menyampaikan, target tersebut masih bisa bertambah. Pasalnya selalu ada limpahan dan optimalisasi dari daerah lainnya.
Karena itu, ia berharap warga Kota Batu, khususnya dua desa bisa memanfaatkan program PTSL. Tujuannya mereka tidak memiliki permasalahan terkait kepemilikian tanah.
"Untuk mengurusnya cukup mudah. Hanya melengkapi berkas yang dibutuhkan. Begitu juga dengan biaya ditanggung BPN, sehingga gratis mulai pengukuruan hingga terbit sertifikat. Sedangkan pematokan, ditarik Rp 150 per patoknya," bebernya.
Sri Hendarwati menambahkan, sertifikasi tanah di Kota Batu masih 40 persen dari kepemilikan seluruh warganya. Pihaknya menargetkan warga yang belum memiliki sertifikat tanah bisa selesai hingga tahun 2023.
Data BPN Kota Batu, dari tiga desa ikut PTSL tahun 2019 untuk peta bidang diantaranya, Desa Bumiaji sebanyak 3.792, Junrejo ada 3.223 dan Pendem sebanyak 3.174 peta bidang.
Sedangkan untuk sertifikasi tanah, Desa Bumiaji sebanyak 2.853, Junrejo ada 2.437, dan Pendem sebanyak 2.460 sertifikat tanah. Pada September, ada tambahan 650 sertifikat tanah untuk Desa Junrejo.
Sementara itu Wali Kota Batu Dra. Dewanti Rumpoko M.Si menambahkan banyak manfaat didapat masyarakat dengan program PTSL. Manfaat itu antara lain kemudahan mendapatkan sertifikat sebagai kejelasan kepemilikan tanah. Harapannya, tiap kepala keluarga tidak memiliki permasalahan tanah.
Selain sebagai kejelasan kepemilikan, Dewanti juga menjelaskan fungsi sertifikat tersebut faktor peningkatan ekonomi. "Jika warga memiliki sertifikat dan butuh modal, masyarakat bisa menjadikan sebagai agunan. Mereka tetap memperhatikan untung dan ruginya," imbuhnya.
Dalam pelaksanaan pembagian sertifikat program PTSL di Kantor Desa Bumiaji, BPN menyerahkan sertifikat tanah kepada 250 warga Desa Bumiaji. (eri/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Kerisdiyanto



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...