MalangPost - Tahun Ajaran Baru Madrasah Mulai 13 Juli

Kamis, 13 Agustus 2020

  Mengikuti :

Tahun Ajaran Baru Madrasah Mulai 13 Juli

Rabu, 03 Jun 2020, Dibaca : 2070 Kali

MALANG – Kantor Kemenag Kabupaten Malang memastikan tahun ajaran baru untuk madrasah mulai tanggal 13 Juli 2020. Berlaku untuk tingkat MI, MTs dan MA. Kepastian ini sesuai arahan Kanwil yang disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Dr Mohammad Arifin kepada Malang Post, Rabu (3/6).


Namun Arifin mengatakan, untuk teknis pembelajaran diserahkan kepada kepala madrasah masing-masing. Tidak ada aturan khusus untuk model pembelajaran karena saat ini masih Pandemi Covid-19. Hanya saja untuk madrasah yang menyelenggarakan proses belajar mengajar di sekolah, ditekankan harus menerapkan protokol kesehatan.
“Siswa maupun guru serta pegawai madrasah wajib memakai masker. Selain itu siswa juga wajib sering mencuci tangan. Protokol kesehatan harus diterapkan di setiap sekolah,” terang Arifin.


Ia mengatakan, sekolah juga bisa mengadakan proses belajar mengajar dengan sistem bergantian. Mengingat kata dia dalam satu ruangan hanya boleh diisi 50 persen dari jumlah siswa.
“Ini memang sedikit sulit. Apalagi ruangan kelas madrasah sendiri cukup terbatas. Tapi kami kembalikan lagi ke masing-masing madrasah,’’ ujarnya.


Begitu juga ketika menerapkan sistem belajar di kelas separo dan sisanya di rumah, dengan model video call. Opsi ini juga dianggap sulit, terutama untuk siswa yang tinggal di daerah pinggiran, karena signal masih belum stabil.
Arifin melanjutkkan bahwa terkait proses belajar mengajar ini, sudah disampaikan ke masing-masing kepala madrasah. Harapannya kepala madrasah dann guru bisa bersiap, sehingga sewaktu masuk ajaran baru sudah siap semuanya.
Tidak hanya pendidikan madrasah yang diserahkan ke masing-masing sekolah, pendidikan di pondok pesantren (Pontren) juga demikian. Kemenag memberi kebebasan kepada Ponpes untuk memulai belajar mengajar. Itupun juga sudah dibahas dan disampaikan dengan pengasuh serta pengurus Ponpes.


Kasi Pontren Kantor Kemenag Kabupaten Malang Rosidi mengatakan, sempat menghubungi beberapa pondok pesantren dengan jumlah santri yang cukup banyak. Hasil koordinasi beberapa ponpes tersebut memilih melanjutkan pembelajaran di Ponpes saat tahun ajaran baru.
“Kami tahu sekarang sudah diterapkan New Normal. Tapi karena masih Pandemi Covid-19, kami menyerahkannya kepada pihak Ponpes,’’ ungkap Rosidi.


Tetapi kalau ada Ponpes yang memilih untuk segera memulai proses belajar, maka pihak Ponpes wajib menyedikan beragam fasilitas. Seperti sarana mencuci tangan serta alat pengukur suhu tubuh. Mewajibkan santri menggunakan masker.
“Kalau memang ada Ponpes yang memutuskan memulai kegiatan belajar sekarang, supaya selalu menerapkan protokol kesehatan,’’ katanya.


Sebelumnya Bupati Malang Drs. H. M Sanusi memastikan untuk pendidikan di Kabupaten Malang mulai aktif pada 15 Juni 2020 mendatang. Tidak hanya anak-anak sekolah, tapi juga santri di Ponpes. Namun untuk Ponpes, Sanusi mengatakan akan sering menggelar rapid test kepada para santri.
“Kalau ada santri yang rapidnya reaktif, langsung diambil untuk dibawa ke Safe House, sembari menjalani PCR. Jika hasil PCR nya positif, maka harus dirawat sampai sembuh,’’ beber Sanusi Senin (1/6) lalu di Balai Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.


Sanusi berpesan kepada seluruh masyarakat selalu menggunakan masker untuk mencegah penularan Covid-19. “Karena Covid-19 ini menular melalui droplet, maka salah satu upaya agar tidak tertular dan menulari dengan menggunakan masker,’’ tandasnya.(ira/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Ira Ravika