Tahun 2020, PDIP Berharap Jadi Tahun Pembangunan dan Kesra | Malang POST

Kamis, 20 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 01 Jan 2020,

JAKARTA - Politikus PDI-Perjuangan, Eva Kusuma Sundari berharap 2020 bisa jadi tahun pembangunan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Ia meminta pemerintah untuk sama-sama mewujudkan mimpi Indonesia memajukan kesejahteraan bagi rakyat.
"Saya berharap tahun 2020 kita wujudkan mimpi bersama yaitu kemajuan-kemajuan kesejahteraan rakyat. Tahun 2020, tahun pembangunan dan menciptakan kemajuan-kemajuan dlm mensejahterakan rakyat," kata Eva, Rabu (1/1/2020) kemarin.
Berkaca pada 2019, kata Eva, banyak peristiwa politik yang membelah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Salah satunya, imbas negatif dari perbedaan pandangan politik di Pemilu 2019.
Eva meminta agar perbedaan dan pertetantangan politik itu disudahi. Kata Eva, musuh terbesar bangsa Indonesia saat ini yaitu melawan kemiskinan, kebodohan, hingga radikalisme yang dapat menghancurkan bangsa.
"Mari kuati persatuan karena perang sesungguhnya yang harus kita menangkan terhadap musuh bersama yang sesungguhnya yaitu kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan, ec-gap, radikalisme, jwabannnya adalah pembangunan, komandannya dan strateginya sudah dipilih rakyat yakni, Presiden Jokowi dan Nawacita," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily berharap peristiwa-peristiwa pertentangan yang tidak produktif antar anak bangsa tidak terjadi kembali di 2020. Sebab, kata Ace, masih banyak PR atau Pekerjaan Rumah yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia.
"Menghadapi tahun 2020, tentu kita berharap tak lagi pertentangan yang tidak produktif untuk bangsa ini. Kita masih menghadapi pekerjaan rumah yang banyak, terutama menjaga stabilitas ekonomi dari terpaaan ekonomi global yang cenderung melambat," ujar Ace.
Menurut Ace, 2019 merupakan tahun terberat bagi perpolitikan di Indonesia menyusul adanya Pemilihan Umum (Pemilu) serentak. Ia bersyukur salah satu proses demokrasi tersebut berhasil berjalan dengan baik walaupun ada sedikit pertentangan antar beberapa golongan.
Salah satu isu yang cukup menyedot perhatian publik di 2019 yakni adanya aksi demonstrasi 21 - 22 Mei yang berujung pada kerusuhan. Namun, kata Ace, isu itu tidak berkembang terlalu lama dan semua dapat kembali bersatu menerima hasil keputusan Pemilu 2019.
"Alhamdulillah, kita telah melewati tahun politik 2019 dengan baik walaupun ada beberapa peristiwa yang mencederai demokrasi kita antara lain Pilpres yang sangat keras terpolarisasi dengan berbagai isu dan kerusuhan 21 - 22 Mei 2019. Akhirnya semua menerima hasil Pilpres dan Pemilu 2019. Bahkan yang Pilpres berseterupun akhirnya menyatu dalam satu perahu," ujarnya.
Kedepan, Golkar berharap semua rakyat Indonesia dapat bersatu, saling bahu-membahu untuk menjaga stabilitas politik dan memajukan iklim ekonomi yang kondusif untuk bangsa Indonesia.
"Indonesia harus dapat menjadi negara yang bersahabat bagi investasi ekonomi yang dapat menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan berkualitas dan tetap aman tentram," pungkasnya. (oke/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Net



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...