Tahanan Polres di Lapas Meninggal | Malang Post

Minggu, 19 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 17 Okt 2019,

MALANG - Diduga sakit, seorang tahanan kasus dugaan menempatkan keterangan palsu dalam akta otentik meninggal dunia, Rabu (16/10). Belum sampai 24 jam ditahan di Lapas Klas I Lowokwaru Malang, korban berusia 70 tahun ini tutup usia.
Pengacara korban, Hatarto Pakpahan mengungkapkan, korban diketahui bernama Suhari warga Jodipan dijerat pasal 266 KUHP tentang menempatkan keterangan palsu ke dalan suatu akta otentik. Sebelum sidang, korban ditahan sementara terlebih dahulu. "Baru hari ini, korban dipindah ke Lapas Lowokwaru. Korban ditahan hingga 28 hari ke depan," ujarnya ketika ditemui Malang Post di kamar jenazah RSSA Malang.
Sebelumnya, korban sudah ditahan sejak 17 September 2019 lalu. Melihat kondisi fisik korban yang sudah tidak memungkinkan, pihak pengacara sudah mengajukan surat penangguhan penahanan. Sebab, korban usianya sudah tua dan memiliki riwayat penyakit jantung disertai dengan surat keterangan sakit.
Surat tersebut sudah diajukan pada tanggal 19 September 2019. "Kami sudah ajukan surat penangguhan penahanan, yang juga disertai surat sakit. Namun, sampai hari ini belum ada jawaban," jelas dia.
Namun, pada tanggal 4 Oktober 2019, pihaknya menerima surat perpanjangan penahanan. Padahal, sebelumnya korban sudah sering mengeluh sakit. "Sekitar jam 11.00 dikirim ke Lapas. Beliau sempat beraktivitas di sana. Kemudian, saya dapat kabar dari keluarga bahwa beliau meninggal dunia," papar dia.
Mengetahui hal tersebut, pihaknya langsung membawa jenazah ke kamar jenazah RSSA Malang. "Kami langsung lakukan visum terhadap jenazah, untuk mengetahui penyebab kematiannya. Setelah ini, jenazah langsung dipulangkan untuk dimakamkan oleh keluarga," ujar dia.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna menguraikan, saat ini (tadi malam, red), jenazah masih divisun oleh pihak rumah sakit untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya. "Kita tunggu hasil visum dulu," ujarnya singkat.
Ketika ditanya terkait surat penangguhan penahanan, Komang menguraikan, pihaknya sudah menyiapkan surat jawaban dan melakukan berbagai pertimbangan. Korban dilimpahkan ke Lapas lantaran kapasitas Tahanan Titipan (Tahti) di Polres Malang Kota sudah penuh. "Rencananya, surat itu akan diberikan besok (hari ini, red)," tandas dia.(tea/lim)

Editor : halim
Penulis : amanda






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...