Tagih Utang Acungkan Celurit | Malang POST

Rabu, 26 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Tagih Utang Acungkan Celurit

Sabtu, 28 Sep 2019,

MALANG - Maksud hati ingin menagih utang, Asmadi, 58, warga Desa Sukorame Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar malah dijebloskan sel tahanan Polsek Wonosari Kabupaten Malang. Memang benar, dia datang ke Jalan Raya Dusun Sumberingin Desa Sumberdem Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang untuk menagih haknya.
Tapi, dia meminta uang tersebut dengan cara mengacung-acungkan sebilah celurit. Tentu saja, korban yang ditagih ketakutan. Apesnya lagi, aksi mengacung-acungkan celurit ini dilaporkan kepada Polsek Wonosari. Kontan saja, pengancaman ini langsung diganjar dengan sel tahanan polisi.
Aksi ini dilakukan oleh Asmadi pada Kamis (26/9) malam lalu. ”Tersangka masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik. Petugas menyita senjata tajam jenis sabit. Sajam kami amankan sebagai barang bukti guna kepentingan penyidikan,” kata Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Jumat (27/9 siang di Polres Malang.
Dari informasi yang dikumpulkan, kasus ini terungkap saat anggota Polsek Wonosari menggelar patroli rutin di kawasan Wonosari. Petugas melintasi Jalan Raya Dusun Sumberingin Desa Sumberdem Wonosari. Saat melintas inilah, polisi menerima informasi tentang adanya seorang pria yang kalap sambil bawa-bawa celurit.
Dengan cepat, petugas patroli Polsek Wonosari meluncur ke lokasi yang diinformasikan oleh masyarakat. Setibanya di lokasi, petugas mendapati Asmadi sedang adu mulut sembari membawa celurit. Dia cek-cok dengan salah satu warga di sekitar area tersebut. Dari mulut Asmadi, keluar kata-kata ancaman.
Dia mengklaim akan membacok warga tersebut dengan celurit yang ada di tangannya. ”Berdasarkan hasil pendalaman penyidik, motif di balik tindakan tersangka ini adalah perkara utang piutang,” tandas perwira polisi wanita dengan pangkat tiga balok emas di pundaknya tersebut.
Polisi masih terus mendalami keterangan dari tersangka Asmadi. Pasalnya, ada indikasi bahwa bukan sekali ini saja Asmadi terlibat dengan tindak kekerasan. Diduga kuat, sebelum membawa sajam secara ilegal untuk mengancam orang, Asmadi disinyalir terlibat aksi kejahatan lain.
Hanya saja, penggalian informasi masih dilakukan oleh penyidik. ”Akibat perbuatannya tersangka kami jerat dengan Undang-undang Darurat tahun 1951,” tutup Ainun.(fin/lim)

Editor : halim
Penulis : fino

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi
Loading...