TACB Belum Keluarkan Rekomendasi Rumah Bung Tomo

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Minggu, 06 Okt 2019, dibaca : 528 , aim, sisca

MALANG - Rumah peninggalan Pahlawan Nasional Indonesia  Bung Tomo di Jalan Besar Ijen, tepatnya di  No 6 akan dilakukan rehabilitasi besar. Hal itu terlihat banyaknya bahan bangunan dan pagar kayu yang akan menutup rumah di kawasan heritage itu. Diduga, rehabilitas besar bangunan itu belum mendapatkan rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang,
Sesuai aturan, bangunan yang berada di kawasan cagar budaya mendapat perlindungan dari pemerintah. Saat ada perubahan harus ada rekomendasi dari TACB untuk memastikan tidak menghilangkan bentuk asli rumah atau bangunan tersebut. Kawasan Ijen sudah menjadi kawasan cagar budaya yang ditetapkan wali Kota Malang.
Sekretaris TACB Kota Malang Agung H Bhuwana sudah mengetahui bakal ada rehabilitasi bangunan di kawasan cagar budaya Jalan Besar Ijen.
 “Sebelum seseorang membangun pasti ada dokumen yang harus dilengkapi, yaitu surat keterangan Advice Planning lalu mengajukan berkas IMB tentang perubahan/penambahan dan yang lainnya atas bangunan dan khusus kawasan cagar harus ada rekomendasi TACB,” kata Agung kepada Malang Post.
Ia memastikan, hingga kemarin rekomendasi atau permohonan pengajuan pembangunan tidak ada yang masuk ke dinas maupun TACB (Tim Ahli Cagar Budaya) Kota Malang. “Belum ada pengajuan, apalagi rekomendasi yang kami keluarkan,” terangnya.
Menurut pantauan Malang Post, rumah bergaya kolonial ini terlihat dikosongkan dari dalam. Dari luar nampak ruangan dalam dipakai tempat beberapa alat dan bahan bangunan seperti karung semen, tangga kayu, hingga beberapa tumpukan triplek kayu dan besi-besi memanjang.
Selain itu yang terlihat jelas adalah tepat di halaman depan terdapat kerangka-kerangka bangunan terbuat dari kayu. Seperti membentuk sebuah bale-bale berukuran sedang.
Malang Post mencoba mencari pemilik rumah atau pun penjaga rumah disana. Akan tetapi kondisi pintu pagar depan tertutup. Meski begitu terdapat seorang pekerja muncul dan mengatakan tidak ada yang bekerja saat itu karena libur.
“Saya jaga saja. Lagi libur yang kerja,” ungkap pria setengah baya ini yang juga menegaskan pemilik rumah tidak berada di tempat.
Menurut pantauan Malang Post, sekitar dua minggu sebelumnya, di depan pagar rumah itu dipasang banner “dijual”. Banner berwarna putih ini dengan jelas memampang rumah ini dijual dan saat ini banner sudah tidak ada. (ica/aim)



Loading...