Sutiaji: Pendidikan Karakter Ibarat Menulis di Atas Batu | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 27 Agu 2019, dibaca : 432 , Rosida, mp

Wali Kota Malang Sutiaji dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang bersama guru dan siswa SDN Madyopuro 2 Malang.

MALANG - Senin (26/8), Kunjungi SDN Madyopuro 02, Wali Kota Malang Sutiaji ditegur siswa-siswi kelas I karena akan memasuki kelas menggunakan kaki kiri usai melepas alas kakinya. Sontak  siswa-siswi tersebut mengimbau ramai-ramai Sutiaji agar memasuki kelas menggunakan kaki kanan terlebih dahulu. Usai meninjau siswa-siswi di dalam kelas, Sutiaji terlihat berhati-hati ketika keluar dari dan menggunakan alas kakinya mulai dari kaki kanan.
"Mereka kritis sekali, kalau diingatkan sama pak Lurah ya nggak seberapa. Tapi ini diprotes arek-arek cilik ya isin," ujar Sutiaji.
Agenda kunjungan Sutiaji ke SDN Madyopuro 02 adalah meninjau praktik pendidikan karakter untuk kelas I dan II SD yang sudah mulai diterapkan sejak tahun ajaran baru pada bulan Juli lalu. Penerapan pendidikan karakter sejak dini saat ini dinilai sangat penting ketimbang penekanan pembelajaran calistung.
"Ibarat menulis di atas batu, menerapkan pendidikan karakter memang jauh lebih sulit. Tapi pendidikan karakter harapannya bisa terpatri sejak dini, agar ketika mereka dewasa sudah tertanam kuat," lanjutnya.
Pendidikan karakter di sekolah dimulai dari hal-hal sederhana mulai dari salam dan mencium tangan guru atau orang yang lebih tua, masuk kelas menggunakan kaki kanan, disiplin mencuci tangan sebelum makan, hingga duduk rapi dan tenang ketika berada di dalam kelas.
"Tadi juga kita tes dengan menjatuhkan uang, dan ternyata mereka lapor ke gurunya dan mengembalikan uang tersebut. Nah ini yang kita harapkan sebagai buah dari pendidikan karakter" pungkasnya.
Sebelumnya, Sutiaji juga sempat juga mengetes hafalan bacaan doa dari para siswa-siswi kelas I SD. Seperti bacaan doa sebelum makan, doa setelah makan, hingga  doa sebelum tidur. Pendidikan karakter rencananya wajib diterapkan selama dua tahun awal sekolah. Setiap masuk tahun ketiga nantinya akan dilakukan evaluasi.
Sementara itu, Kadindik Kota Malang Zubaidah, M.M menyebut bahwa penerapan pendidikan karakter sejak dini telah dipersiapkan dengan matang sejak sebelum tahun ajaran baru dimulai pada Juli lalu. Para guru SD telah mengukuti serangkaian prosesi diklat dalam rangka pembekalan penerapan pendidikan karakter di sekolah.
"Kita sudah diklat mereka sebelum masuk tahun ajaran baru. Kemudian saat ini ditinjau bagaimana implementasinya di lapangan," terang Zubaidah.
Perlu diketahui, SDN Madyopuro 02 merupakan salah satu sekolah yang harus dipindahkan karena terimbas pembangunan infrastruktur tol. Saat ini SDN Madyopuro telah menempati gedung sekolah baru di Jalan Danau Jonge Kedungkandang. (mg3/oci)



Loading...