MalangPost - SUTIAJI : NEKAT BUKA, YA DIGREBEK

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

SUTIAJI : NEKAT BUKA, YA DIGREBEK

Kamis, 30 Jul 2020, Dibaca : 1170 Kali

Usaha karaoke dan tempat hiburan di Kota dan Kabupaten Malang belum mendapat kepastian kapan mereka bisa beroperasi kembali, setelah hampir 5 bulan tutup akibat pandemi Covid-19. Di Kota Malang, Walikota Sutiaji hingga kini belum memberi lampu hijau untuk dibukanya kembali usaha karaoke dan tempat hiburan malam di masa pandemi Covid-19.

Alasannya, siapa yang menjamin protokol pencegahan COVID-19 benar-benar dijalankan. Seperti physical distancing.“Belum ada rencana untuk membukanya,” ujar Sutiaji.

Ditanya, ada satu tempat karaoke yang nekat buka, Sutiaji menegaskan akan memerintahkan Satpol PP untuk menggrebeknya. “Kalau ada yang buka nanti biar digrebek,” tegas Sutiaji.

Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto, menegaskan juga untuk tempat hiburan di Kota Malang kapan buka belum ada penetapan. Karena, Kota Malang harus juga memperhatikan kebijakan yang ada di Kota Batu dan Kabupaten Malang. “Harus ada keselarasan kebijakan terkait itu di Malang Raya,” terang Nur Widianto.

Saat ini penerapan protokol kesehatan sesuai Covid-19 menjadi syarat utama dari pemerintah daerah untuk membuka usaha di era new normal. Tetapi untuk beberapa usaha juga perlu menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah daerah, termasuk usaha karaoke dan tempat hiburan malam.

Di Malang Raya saat ini total ada 18 tempat karaoke dan 5 tempat hiburan malam yang tergabung dengan Perkahima. Di Kota Malang, karyawan usaha ini yang terdampak Covid-19 mencapai 700 orang. Para pengusaha kasihan melihat nasib karyawannya yang menganggur dan tidak gajian.

Kondisi para pengusaha juga memprihatinkan karena selama 5 bulan tidak mendapat pemasukan. Padahal, mereka juga harus membayar karyawan dan biaya operasional tempat usaha.  

Hal serupa juga dialami tempat hiburan dan karaoke di Kabupaten Malang. Mereka masih belum mendapat kepastian kapan bisa kembali beroperasi.

Hal itu juga mengingat bahwa tempat hiburan menjadi salah titik yang berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat."Kalau untuk tempat hiburan belum buat standard operating procedure (SOP)- nya, hanya destinasi (wisata) saja yang sudah ada," kata Made Arya We dhantara, Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Selasa (28/7).

Namun begitu, dari informasi yang dihimpun, untuk dapat beroperasi maka setiap pengelola usaha harus dapat menunjukan bahwa tempat yang dikelolanya telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Ini mengacu pada Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Nomor 556/566/35.07.108/2020 dan Perbup Malang Nomor 20 Tahun 2020 terkait Pedoman Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Covid-19.

Editor : jay
Penulis : nay