Susur Sungai Brantas Data Sumber Air | Malang Post

Senin, 09 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 14 Nov 2019, dibaca : 408 , vandri, kris

BATU -  Susur Sungai Brantas 2019 kembali digelar Perum Jasa Tirta (PJT) I bersama organisasi dan komunitas lingkungan hidup  Malang Raya. Melalui kegiatan ini mereka mendata kembali sumber air baru, pencemaran sungai akibat ulah manusia, hingga pemetaan artefak yang ditemukan di lokasi Susur Sungai Brantas.
Direktur Utama PJT I Raymond Valiant Ruritan  mengatakan,  Susur Sungai Brantas dilakukan selama tiga hari. Sejak Senin (11/11) , Selasa (12/11) dan Kamis (14/11) hari ini. "Dari Sisir Sungai yang kami lakukan bersama beberapa unsur pegiat lingkungan hidup dan pemerintah terkait tujuannya untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan Sungai Brantas yang memiliki panjang 320 Km ini," jelas  Raymond kepada Malang Post, Rabu (13/11) .
Ia menerangkan ada banyak sisi positif dari Susur Sungai Brantas. Yakni  ditemukan sumber mata air di sisi-sisi sungai. Selain itu ditemukannya artefak-artefak seperti patirtan.
"Ditemukan sumber-sumber baru yang nantinya bisa dimanfaatkan. Selain itu juga peninggalan seperti artefak yang tak bisa kami sebutkan lokasinya agar tetap terjaga," bebernya.
Ia menerangkan, untuk Kota Batu selama ini ada sekitar 200 sumber air. Diharapkan sumber air sebanyak itu terjaga kelestarian dan debit airnya.
Melalui kegiatan yang memotret kondisi Sungai Brantas dengan 17 juta jiwa penghuni wilayah sungai diharapkan tak terjadi krisis air. Berbagai kondisi yang ditemukan langsung dilakukan upaya penanganan.
Penanganan di wilayah Kota Batu dilakukan Pemkot dan Sabers Pungli (Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali) yang turun ke sungai setiap hari Minggu. Hasilnya rata-rata sekitar 4 ton sampah yang berhasil diangkat dari DAS Brantas di  Kota Batu.
Susur Sungai Brantas 2019 dilaksanakan secara kolaboratif oleh berbagai pihak dari lintas sektor. Di antaranya instansi pemerintah yang bertanggung jawab terhadap operasional dan pemeliharaan Sungai Brantas, kebencanaan, pertahanan, maupun komunitas atau organisasi masyarakat yang selama ini telah aktif merawat sungai secara rutin.
Beberapa yang terlibat aktif di antaranya Adventurers & Mountain Climbers (AMC), Sabers Pungli, Gerakan Kesadaran Alamku Hijau, Komunitas Kali dan Budaya "Cakrawala Mandala Dwipantara (CMD)". Selain itu Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI) Jawa Timur.
Turut pula memberikan dukungan sumber daya, yaitu Yonkes 2/YBH/2 Kostrad, Menarmed 1/PY/2 Kostrad dan BPBD di Malang Raya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan semangat merawat Sungai Brantas melalui pendekatan multi perspektif. Yaitu  ekosistem, teknik, budaya, pelibatan masyarakat dan kebencanaan.
Sementara rute Susur Sungai etape I dari Sumberbrantas-Kampus III UMM, etape II dari Kampus III UMM-Taman Rekreasi Sengkaling dan  etape III dari Taman Rekreasi Sengkaling-Jembatan Gadang.
"Kegiatan ini akan dilanjut setelah musim hujan untuk membandingkan temuan sumber mata air baru hingga kerusakan dan pencemaran yang terjadi setiap tahunnya," bebernya.
Selain itu juga mempertemukan para ahli, pemangku kebijakan, pelaku usaha, media massa dan masyarakat agar semuanya dapat terlibat secara sadar. Yakni dengan sasaran yang jelas dalam menuntaskan permasalahan konservasi DAS Brantas. (eri/van)



Minggu, 08 Des 2019

Kades Takut Kelola DD dan ADD

Loading...