Super Meriah Karnaval Desa Punten, 2.000 Warga Turun ke Jalan | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 29 Agu 2019, dibaca : 2244 , bagus, kris

BATU - warga Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, turun ke jalan mengikuti karnaval, Rabu (28/8). Mereka memberi suguhan art street berupa atraksi seni budaya seperti reog, rampak barong, bantengan, mobil hias, arak-arakan hasil bumi, PBB hingga drumband. Atraksi dan penampilan dalam karnaval tingkat desa tersebut banyak diikuti oleh generasi muda.
Baik dari peserta hingga panitia penyelenggara. Tak mau kalah dengan peserta, penonton yang hadir juga membeludak. Sehingga jalan provinsi yang menghubungkan Kota Batu dengan Kabupaten Mojokerto ini tak bisa dilewati.
Lebih dari itu, karnaval yang diikuti oleh 35 kontingen tingkat RT dari delapan RW tersebut juga menghadirkan persewaan sound sistem dari berbagai daerah. Yakni Malang Raya ada HRJ Audio, Jenggot Audio dan Kota Batu ada Arista Sound System. Serta dari Banyuwangi dengan Brengos Audio.
Sound sistem ukuran raksasa tersebut sebagai pengiring musik dalam atraksi dan penampilan tarian, kesenian reog, bantengan, hingga miniatur kerajaan dan candi. Karnaval tersebut digelar dalam memperingati HUT ke 74 RI. Tak tanggung-tanggung biaya yang dikeluarkan untuk sewa sound mulai Rp 9 juta - Rp 14 juta.
Achmad Rudy Mardiansyah, Ketua Panitia PHBN Desa Punten menyampaikan bahwa karnaval yang digalar tak hanya memperingati HUT ke 74 RI. Namun juga dalam rangkaian bersih Desa Punten.
"Karnaval Desa Punten ini kami gelar tiap dua tahun sekali. Karnaval ini diikuti oleh delapan RW dengan 35 kontingen tiap RT untuk mengisi kemerdekaan dan juga bersih Desa Punten," ujar Rudy kepada Malang Post, Rabu (28/8).
Lebih lanjut, selain memperkenalkan potensi dan menggali kreativitas masyarakat desa melalui karnaval. Memberi hiburan dan membangun kerukunan antar warga juga menjadi tujuan digelarnya karnaval.
"Dengan digelarnya karnaval ini, kami berharap semakin mempererat tali silaturahmi di antara warga agar tetap terjalin dengan baik dan kompak. Selain itu karnaval tersebut juga untuk mengajak, khususnya generasi muda untuk melestarikan budaya daerah," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Ir. H. Punjul Santoso, S.H., M.M. atas nama Pemkot Batu sangat mengapresiasi kepada masyarakat, Pemdes, BPD, Linmas dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) yang telah berpartisipasi mensukseskan karnaval tingkat desa.
"Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh semua elemen masyarakat Desa Punten. Khususnya generasi muda yang berpartisipasi melestarikan kesenian, budaya dan menunjukkan kreativitasnya. Karena nantinya generasi muda yang akan menjadi calon pemimpin," bebernya.
Punjul menambahkan, dengan giat karnaval itu mampu menarik wisatawan dari luar daerah. Itu diungkapnya setelah bertemu banyak penonton dari Malang Raya dan luar kota lainnya.
Karena itu, lanjut Punjul, Desa Punten bisa menjadi contoh bagi desa lainnya untuk saling menunjukkan kreativitasnya. Sehingga mampu menarik wisatawan untuk datang.
"Tak hanya itu, dengan meriahnya karnaval dan penuh sesaknya penonton. Berarti ada banyak pedagang yang berjualan dan perputaran ekonomi juga terjadi," imbuhnya.
Selain itu, dalam mengisi kemerdekaan melalui kreativitas yang ditampilkan. Punjul menghimbau agar peserta dan penonton yang hadir untuk tidak membuang sampah sembarangan.
"Dengan penuh sesaknya penonton saya minta turut menjaga kebersihan lingkungan. Setidaknya dengan memungut sampah plastik dan tak membuangnya sembarang," pungkasnya.
Dalam karnaval yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut berakhir hingga larut malam. Karena mereka harus melewati rute sekitar 8 Km menyusuri Desa Punten.(eri/ary)



Loading...