Sulianto Lulusan SD Tapi Jago Modifikasi Motor | Malang POST

Kamis, 20 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 07 Jan 2020,

Hobi ngetrail dan utak atik motor mendatangkan rezeki bagi Sulianto asal Jalan Tanjungsari Gang 6 RT 23 RW 8 Desa Karangploso Wetan, Kec. Karangploso, Kabupaten Malang. Ia membuka bengkel motor. Bukan bengkel pada umumnya, tapi bengkel khusus motor custom mampu ia bangun sendiri.

Dari bengkel sederhana miliknya sendiri sudah ada 50 motor costum yang ia kerjakan sendiri. Banyak pesanan motor custom yang ia garap dari berbagai daerah. Mulai Malang Raya, Surabaya, Jombang, Madiun, Kediri, hingga Jakarta.
Banyak orang tak akan percaya jika bengkel berukuran 10 x 9 meter miliknya itu adalah bekas kandang sapi. Di tempat itu, dirinya menyulap motor-motor standar menjadi costum. Bahkan banyak dari bikers hanya membawa mesin saja masuk bengkel dan keluar menjadi motor chopper.
Untuk menuju ke bengkel yang dinamainya Kandang 9, seorang yang akan memodifikasi motornya akan berjalan menyusuri jalan kampung dari Jalan Raya Karangploso. Setelah jalan-jalan kampung melewati gang sempit, baru terlihat aktivitas Yanto sapaan akrabnya. Ia bekerja dibantu dua rekannya memodifikasi motor Chopper.
Di bengkel Kandang 9 miliknya, laki-laki yang hanya lulus SD tersebut mulai menceritakan bagaimana mulai merintis usaha di bidang otomotif itu. Mulai dari nol. Ya Yanto memulai usahanya dari nol dengan bekal kemampuan pernah bekerja sebagai konstruksi baja dan sales makanan ringan ini.
"Bengkel 9 yang menjadi penghidupan sehari-hari saya ini masih baru. Sekitar lima bulan ini berdiri. Sebelumnya setiap kali memodifikasi motor saya kerjakan di rumah," ujar Yanto mengawali ceritanya kepada Malang Post.
Sebelum terjun dan konsen di dunia otomotif, laki-laki kelahiran Malang, 3 Mei 1984 ini bekerja sebagai konstruksi baja. Ia bekerja mulai tahun 1999 di bengkel konstruksi baja ternama yang ada Losawi, Karangploso. Ia bekerja empat tahun lamanya.
"Saya belajar konstruksi baja atau ngelas secara otodidak dari teman-teman. Yang paling saya kenang saat tes masuk kerja. Semua yang daftar kerja adalah anak-anak STM, tapi malah saya yang hanya lulusan SD lolo tes dan diterima masuk," urainya sembari sibuk memodifikasi salah satu motor yang ada di bengkelnya.
Setelah empat tahun lama bekerja, ia kemudian memilih untuk resign dan kemudian bekerja menjadi sales makanan ringan sampai 2016. Saat itulah ia nyambi memodifikasi sepeda trail miliknya sendiri. Mengingat hobi yang ia senangi adalah ngetrail bersama kawan-kawan sekampungnya.
"Awalnya dulu modifikasi trail milik sendiri. Kemudian teman-teman minta motornya untuk dimodif dan pelan-pelan buka bengkel sendiri mulai tahun 2015," terang bapak satu anak ini.
Dari memodifikasi motor trail sejak ia buka bengkel di rumahnya. Ada sekitar 80 motor yang ia mofikasi. Kemudian ada salah satu rekan yang memintanya untuk memodifikasi motor biasa menjadi chopper.
"Saat itu saya berani ambil tantangan dan mulai mengerjakan. Hasilnya memuaskan bisa menyelesaikannya. Melihat hasil tersebut semakin banyak temen yang minta motornya dan banyak dari mereka hanya bawa mesin saja untuk buat motor chopper," paparnya.
Dari banyaknya motor custom yang ia kerjakan ia berlahan membeli peralatan untuk bekerja. Karena awalnya ia hanya memiliki mesin las, gerinda, dan bor. Namun dengan banyaknya bikers yang mempercayakan custom motor kepadanya. Perlahan peralatan untuk memodifikasi ia miliki.
Untuk proses penggarapan, diungkap Yanto sesuai dengan permintaan pemesan. Ada yang bawa sendiri contoh gambar, ada yang memintanya untuk dibuatkan. Dengan waktu penggarapan paling cepat satu bulan. Sedangkan paling lama mencapai empat bulan.
"Kalau modifikasi tak bisa ditentukan lamanya. Tergantung dari jelimetnya desain, ukuran sepeda, membuat body, hingga proses pengecatan," terang suami dari Dewi Mujiati ini.
Menurutnya, selama ia memodifikasi motor. Yang butuh waktu lama adalah memodifikasi Chopper dibuat menyerupai Harley Davidson. Karena membutuhkan pengerjaan yang detail.
Dalam setiap modifikasi, biaya yang bisa dikeluarkan untuk seorang biker tidak terlalu mahal. Untuk konsumen yang membawa mesin saja cukup mengeluarkan biaya Rp 10 juta – Rp 15 juta. Untuk merombak satu unit motor rata-rata biaya mencapai Rp 5 juta.
Beberapa mesin yang telah ia sulap jadi Chopper diantaranya Kawasaki Binter Mercy, Yamaha Scorpio, Honda Tiger, Honda CB, Honda GL.  Bahkan ada pula mesin mobil Mazda yang ia pernah modifikasi menjadi motor chopper.
Dari pekerjaan yang kini ia tekuni itu, dalam sebulan Yanto mampu menggarap tiga hingga lima motor chopper. Bulan Desember 2019 kemarin saja ada lima motor costum telah keluar dari bengkel Kandang 9 miliknya.
"Kalau untuk saat ini, ada 12 motor yang antre dikerjakan. Dengan satu motor yang akan dikerjakan menggunakan mesin Harley Davidson," beber laki-laki berusia 35 tahun ini.
Uniknya, selama ia menekuni motor costum tersebut, tak pernah sekali ia posting atau promosikan melalui media sosial. Sebaliknya adalah rekan-rekannya memposting Chopper-Chopper garapannya dan puas dengan modifikasi yang dilakukannya.
"Saya tak pernah mempromosikan motor-motor yang saya modifikasi. Biarkan orang yang menilai kualitas karya saya. Jika memang baik pasti selalu ada biker yang datang untuk modifikasi motor," pungkasnya.(eri/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Kerisdiyanto



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...