Suarakan Milenial di Legislatif | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 28 Okt 2019, dibaca : 456 , bagus, sisca

Gagah Soeryo Pamoekti adalah salah satu sosok pemuda yang belum lama ini naik daun di Kota Malang. Ia kini duduk di kursi lembaga legislatif Kota Malang. Politikus NasDem ini menjadi anggota termuda di DPRD Kota Malang periode 2019 – 2024.
Ia mengaku akan menjadi sambungan lidah bagi muda-mudi atau generasi milenial Kota Malang. Hal ini disampaikannya kepada Malang Post. Salah satu keinginannya adalah memberikan lebih banyak wadah pada muda-mudi Kota Malang untuk berkreasi. Tentu hal ini memang berorientasi pada tipikal anak muda yang suka berpikir out of the box dan unik.
Gagah menjelaskan, ia ingin mengawal isu pendidikan dan kebudayaan lebih dari pada yang lain. Menurutnya, di wilayah Klojen saja masih banyak anak muda yang terpaksa tidak dapat kuliah karena tidak mampu.

   Baca juga : Sukses karena Lepas Zona Nyaman
Untuk itu ia ingin mengawal dan membentuk sebuah peraturan daerah yang menitikberatkan pada optimalisasi sekolah gratis. Hal ini akan sangat dibutuhkan masyrakat yang memiliki hak pemerataan akses pendidikan.

   Baca juga : Maju Pesat karena Dibully
Tidak hanya isu pendidikan, anggota Komisi A DPRD Kota Malang ini juga hendak mengawal isu-isu kebudayaan.
“Lalu kebudayaan juga ingin saya angkat. Saya ingin di tiap kelurahan itu nanti ada semacam payung-payung organisasi kebudayaan,” tegas pria berusia 23 tahun ini.
Hal ini berdasarkan pengalamannya sendiri membina sebuah sanggar di kawasan Celaket. Yang setelah dikembangkan dan diperhatikan, muda-mudi yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan atau memiliki kebiasan buruk seperti minum-minum berubah. Mereka menjadi warga yang produktif dan berkegiatan positif.
Ia berharap sanggar-sanggar seperti ini dapat dibuat di seluruh kelurahan yang ada. Agar wadah berkreasi menjadi luas dan terbuka.
“Dan walaupun saya masih terbilang muda dan kurang berpengalaman daripada yang senior, saya yakin ada sisi ide dan program yang bisa kami bawa yang lebih fresh daripada yang sebelumnya. Jadi, saya yakin bisa,” urai Gagah.
Ia pun juga terus menyemangati apa yang kerap dilakukan mahasiswa-mahasiswi beberapa waktu bekalangan. Yakni menyuarakan aspirasi dengan melakukan aksi ataupun demonstrasi.
Menurutnya hal ini menjadi spirit sendiri yang bisa dimaknai dalam peringatan Sumpah Pemuda. Gagah memandang apa yang dilakukan mahasiswa dengan aspirasinya tersebut dapat membentuk “sense” politik sejak dini.
“Milenial itu adalah Agent of Change, Iron Stock dan Social Control,” jelasnya.
Maka turun ke jalan pun menurutnya merupakan hal yang tetap bisa dilakukan muda-mudi. Yang membuktikan bahwa muda-mudi saat ini tidak akan tinggal diam ketika gelisah akan sesuatu dan mau maju menyampaikan ide dan pemikirannya.
Ia menegaskan lagi, jika generasi milenial tidak boleh melulu pragmatis akan sesuatu, meskipun kekhasan milenial memang menginginkan hal praktis dan instan. Meski begitu, ia meyakinkan jika pemahaman politik dapat memberikan ruang besar bagi penyaluran aspirasi. Ini yang bisa dilakukan.
Perlu diketahui, Gagah berangkat dari Dapil Klojen dan berhasil terpilih menjadi anggota dewan dengan perolehan suara sekitar 3.700 suara.
Saat ini status Gagah masih seorang mahasiswa. Pria kelahiran 1996 ini sedang menempuh studi S1 di Fakultas Hukum (FH) Universitas Brawijaya (UB) Malang.
“Insyallah saya bisa membawa misi yang akan saya konsenkan saat duduk mewakili warga di DPRD Kota Malang,” ungkap Gagah berharap hal ini dapat menginspirasi generasi muda lainnya.(ica/ary)



Minggu, 01 Des 2019

Kantong Darah Terinfeksi HIV/AIDS

Minggu, 01 Des 2019

Jangan Diskriminasi ODHA

Loading...