Suami dan Mertua Kompak Lakukan KDRT - Malang Post

Kamis, 21 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 15 Okt 2019, dibaca : 657 , halim, amanda

MALANG - Pernikahan antara Ronald, 28 warga Kelurahan Pandanwangi Kota Malang dan Amel, 23 warga Wagir Kabupaten Malang harus berakhir di pengadilan. Keduanya bercerai lantaran Ronald sang suami melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Ironisnya aksi KDRT tersebut justru didukung oleh sang mertua.
Pernikahan keduanya diawali karena Married by Accident (MBA). Amel yang saat itu merupakan janda anak satu, ketahuan hamil akibat hubungan terlarang dengan Ronald. Singkat cerita, keduanya pun akhirnya menikah.
Bukannya bahagia, Amel malah tersiksa.
Ya, pria yang dipacari selama kurang lebih satu tahun itu ternyata kerap berbuat kasar. Ketika marah, Ronald tak segan membentak dan mengeluarkan kata-kata yang tak pantas untuk istrinya. Bahkan, ia juga sering memukul dan menendang Amel.
Mendapati kelakuan suaminya yang kasar, mulanya Amel diam dan hanya bisa menangis. Ketika ia bersedih, sang mertua malah semakin memakinya dengan kata-kata yang kasar. Tak jarang, ketika Amel berusaha membela diri, sang mertua justru semakin menampar Amel.
Suatu saat, kesabaran Amel mulai habis. Beberapa bulan setelah melahirkan, Amel mendapati sang suami selingkuh dengan perempuan lain. Ketika menegur, Ronald lagi-lagi berbuat kasar. Bahkan, ia sempat menendang dan memukuli istrinya hingga tak berdaya. Setelah melakukan aksi tersebut, Ronald justru pergi dari rumah. Hal tersebut juga dilaporkan Amel kapada mertuanya. Namun, ia kembali dihajar bahkan diusir oleh sang mertua.
Kesabaran Amel pun habis. Ia langsung pergi dan kembali ke rumah orang tuanya. Ketika sampai di rumah, ia bercerita kepada orang tuanya sudah tak sanggup lagi menjalani rumah tangga dengan Ronald. Dua minggu setelahnya, Amel langsung melayangkan gugatan cerai. Saat ini, keduanya sedang menjalani sidang perceraian di Pengadilan Agama Kota Malang.(tea/lim)



Loading...