Strategi Tekan Kriminalitas | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 01 Jan 2020,

MALANG - Memasuki tahun baru, Polresta Malang Kota melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kriminalitas. Sebab, sepanjang tahun 2019 lalu, angka kriminalitas, utamanya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) cenderung tinggi.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun sepanjang tahun 2019, ada 1.061 laporan polisi yang masuk dan terselesaikan 672 kasus atau setara dengan 63,4 persen. Sedangkan tahun 2018, laporan polisi yang diterima sebanyak 981 kasus dan diselesaikan 631 kasus atau setara 64,4 persen.
"Dari data tersebut, yang paling banyak adalah laporan kasus curanmor. Kemudian, kasus curat, curas, judi dan pembunuhan," ujar Waka Polresta Malang Kota Kompol Ari Trestiawan.
Berbagai kasus pencurian yang kerap terjadi, lanjut Ari, biasanya dilakukan di kawasan pemukiman warga hingga tempat kos mahasiswa. "Kebanyakan, kasus ini terjadi di wilayah Lowokwaru," lanjut dia.
Sementara, untuk kasus ungkap narkoba, sepanjang tahun 2019 berhasil mengungkap 291 kasus dengan 324 tersangka. Sementara, tahun 2018 lalu, 251 kasus dengan 306 tersangka. "Rata-rata, tersangka merupakan pekerja swasta dan didominasi oleh laki-laki," kata dia.
Sementara, untuk barang bukti, masih didominasi oleh ganja, sabu hingga pil dobel L. "Kasus narkoba ini paling banyak ditemukan di wilayah Lowokwaru," papar dia.
Untuk menekan angka kriminalitas dan memberantas penyalahgunaan narkoba, selain penindakan, pihak kepolisian akan melakukan tindakan pencegahan. "Kami akan meningkatkan tindakan preentif dan preventif. Kami membangun kesadaran masyarakat menjadi polisi bagi dirinya sendiri," lanjut dia.
Sebab, menurutnya, tindakan penindakan tidak akan maksimal jika tidak diimbangi dengan pencegahan terhadap masyarakat. "Untuk itu, fungsi Bhabinkamtibmas dan intel berperan sangat besar untuk menggandeng masyarakat untuk melakukan pencegahan," beber dia.
Lebih lanjut, Ari menguraikan, pihaknya juga menyiapkan personel khusus untuk selalu siaga dalam melayani masyarakat selama 24 jam. Salah satunya, tim pengurai massa (raimas). "Tim raimas menggunakan sepeda motor dan mobile. Lebih efektif untuk kecepatan penanganan ketika dibutuhkan masyarakat," beber dia.
Selain itu, pihak kepolisian juga memiliki tim crime hunter yang selalu berada di tengah-tengah masyarakat untuk menjaga keamanan, baik di permukiman warga maupun keramaian.(tea/lim)

Editor : Halim
Penulis : Amanda



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...