Stop Penyebaran Virus Corona, China Kurung 56 Juta Warga | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 25 Jan 2020,

CHINA - Pemerintah China memutuskan untuk memberlakukan larangan perjalanan bagi 56 juta orang penduduk mereka. Kebijakan diambil untuk menghentikan penyebaran Virus Corona. Agar larangan berpergian tersebut berhasil dijalankan, China juga memutuskan untuk menutup jaringan transportasi umum dan akses ke jalan raya di kota setempat. Dikutip dari AFP, 56 juta penduduk tersebut terdapat di 18 kota.
China juga telah menerapkan kebijakan nasional penanggulangan penyebaran Virus Corona. Kebijakan nasional tersebut dilakukan dengan memerintahkan jajaran mereka untuk mengambil langkah nasional guna mengidentifikasi dan segera mengisolasi penumpang kereta, pesawat, bus yang diduga kuat telah terinfeksi Virus Corona.
Untuk mendukung isolasi tersebut, mereka akan mendirikan pusat inspeksi di bandara, terminal maupun stasiun. "Supaya penumpang dengan pneumonia bisa segera diangkut ke pusat medis," kata Komisi Kesehatan Nasional China seperti dikutip dari AFP, Sabtu (25/1).
Komisi tersebut juga menyatakan bahwa isolasi harus diikuti disinfeksi pada kereta, pesawat atau bus yang dicurigai membawa orang terinfeksi Virus Corona. "Semua penanggung jawab sektor transportasi harus secara ketat menjalankan langkah pencegahan, pengendalian termasuk tindakan," ujar mereka.
Sebagai informasi, penyebaran Virus Corona belakangan ini kian mengkhawatirkan. Virus tersebut telah membunuh 41 orang. Selain itu, virus juga telah menginfeksi 1.300 orang. Virus juga sudah menyebar ke 12 negara, seperti, Amerika Serikat, Prancis, Jepang, Australia, Malaysia, Nepal, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Amerika, Vietnam.
 
Menyebar ke Malaysia dan Australia
Sementara itu, Australia memastikan seorang warga positif terinfeksi virus Corona di negara bagian Victoria, Sabtu (25/1), pada hari ini Malaysia mengumumkan tiga warga positif.
Di Australia, pemerintah setempat menyatakan pria berusia 50 tahun positif terinfeksi dan saat ini diisolasi. Pasien pada 19 Januari lalu tiba di Melbourne setelah berpergian ke Wuhan, kota yang menjadi pusat penyebaran virus yang menyebabkan penyakit mirip SARS tersebut.
Pemerintah Australia mengatakan bahwa mereka telah melaksanakan prosedur secara ketat dalam menangani kasus tersebut, termasuk mengisolasi pasien. "Sepemahaman saya, pasien terkena pneumonia dan saat ini dalam kondisi yang stabil," kata Profesor Brendan Murphy, kepala petugas medis di Australia.
Menteri Kesehatan Australia Jenny Mikakos menyerukan agar warga Australia tidak panik. "Penting untuk ditegaskan bahwa masyarakat tidak memiliki alasan untuk khawatir," ucap Jenny Mikakos.
Sementara di Malaysia, tiga orang yang berasal dari satu keluarga juga positif terinfeksi virus corona. Ketiganya selama beberapa hari terakhir telah dikarantina di suatu hotel di Johor Baru, dan merupakan kerabat dari pria yang juga dinyatakan positif virus corona di Singapura.
Dikutip dari New Strait Times, saat ini ketiga pasien telah dipindahkan ke Rumah Sakit Sungai Buloh. Pada Sabtu, jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona mencapai 41 orang dan jumlah terinfeksi mencapai 1.300 di seluruh dunia. Kasus ditemukan di Thailand, Vietnam, Korea Selatan, Perancis, Makau, Singapura, Nepal, Hong Kong, dan Amerika Serikat.
Sebagian besar kasus dan seluruh korban meninggal sejauh ini berada di Wuhan, kota yang saat ini telah dikarantina oleh pemerintah China. Warga Australia pada Sabtu didesak untuk tidak mengunjungi Provinsi Hubei di China, yang merupakan pusat penyebaran wabah. "Pembatasan perjalanan secara ketat diberlakukan di Wuhan dan sejumlah kota lainnya di Provinsi Hubei," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Australia.
"Jika anda berkunjung ke Provinsi Hubei saat ini anda mungkin tidak diizinkan untuk berangkat hingga pembatasan perjalanan dicabut."
Australia merupakan tujuan wisata populer di kalangan wisatawan China. Tahun lalu terdapat sekitar 1,4 juta kunjungan jangka pendek dari China, yang menjadi sumber pengunjung asing terbesar ke negara tersebut. (cnn/det/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Net



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...