Stisospol Waskita Dharma Bersinergi Dengan Desa

Sabtu, 21 September 2019

Stisospol Waskita Dharma Bersinergi Dengan Desa

Kamis, 12 Sep 2019, dibaca : 336 , rosida, imam

MALANG - Program KKN 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Politik (Stisospol) Waskita Dharma telah usai. Selama kurang lebih sebulan sejak tanggal 4 Agustus lalu, puluhan mahasiswa KKN telah melaksanakan tugas pengabdian masyarakat dengan baik. Sebanyak 60 mahasiswa, dibagi menjadi enam kelompok dan disebar ke lima desa di Kabupaten Malang dan satu desa di Kabupaten Pamekasan.
Yakni Desa Desa Tanah Laok Kecamatan Waru Pamekasan, Desa Sidorejo Kecamatan Jabung, Desa Benjor Kecamatan Tumpang, Desa Malangsuko Kecamatan Tumpang, Desa Duwet Krajan Kecamatan Tumpang dan Pulungdowo Kecamatan Tumpang.
Pada KKN tahun ini, Stisospol Waskita Dharma mengangkat tema sinergi mahasiswa di desa menyongsong revolusi industri 4.0. Sesuai tema tersebut maka mahasiswa juga dituntut untuk melakukan penelitian.
"Karena kita ingin memberikan sesuatu kepada masyarakat dan membentuk desa binaan," ungkap Ketua Pelaksana KKN Drs. H. Suryo Hartoko, M.Si, kepada Malang Post.
Ia menerangkan, diantara tujuan dari KKN adalah agar mahasiswa bisa memberikan sesuatu yang lebih untuk desa dari ilmu yang didapat. Dengan artian bisa menerapkan ilmu yang mereka pelajari selama ini.
Selain itu, kata dia, KKN menjadi ajang bagi mereka untuk bisa belajar lebih cara bersosialisasi dengan masyarakat. "Disitulah yang kami harapkan selama mahasiswa melakukan tugas pengabdian," tukasnya.
Ketua Yayasan Waskita Dharma, Dr. Sigit Wahyudi, SE., MM., mengatakan, program KKN mahasiswa tahun ini berarah pada bidang sains. Harapannya mahasiswa dapat memetik dari apa yang dilakukan untuk masyarakat yang kemudian bisa dilanjutkan dalam bentuk penelitian.
Lebih dari itu, kerjasama Stisospol Waskita Dharma diagendakan dalam waktu yang panjang minimal lima tahun. Dengan maksud agar komunikasi tetap berlangsung dan peran kampus lebih nyata dalam bersinergi membangun masyarakat.
Dengan prodi administrasi negara maka arah dari program kampus ini menjadi lebih jelas. Yaitu terhadap pelayanan publik, administrasi dan community development. "Termasuk di dalamnya ada pemberdayaan masyarakat," tambah Sigit.
Menurutnya, di era revolusi industri 4.0 peran kampus harus lebih nyata untuk masyarakat.
"Dan kami selalu mempersiapkan diri untuk bersinergi dengan desa dalam bentuk layanan publik, salah satunya melalui peran mahasiswa," ucapnya.
Selama KKN, Stisospol Waskita Dharma gencar melakukan sosialisasi pelaksanaan layanan publik berbasis digital ke beberapa desa. Yaitu dengan penerapan Sistem Informasi Administrasi Pedesaan (SIAP).
Sigit menjelaskan, hal itu dilakukan sebagai bentuk sumbangsih kampus dalam meningkatkan pelayanan desa dengan sistem informatika. "Ini yang kita tawarkan kepada pemerintah desa. Jadi untuk bersinergi dalam membuat program layanan masyarakat berbasis digital," terangnya.
Selain SIAP juga ada Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Keduanya merupakan program pemerintah yang sejauh ini belum terealisasi dengan optimal.
Maka dari itu Stisospol Waskita Dharma memberikan satu program aplikasi, untuk mempermudah pelayanan publik di pemerintah desa. Sehingga layanan desa sudah dalam bentuk online dan menjadikan layanan publik menjadi lebih efektif dan efisien. "Kita yang membuat program aplikasinya dengan harapan bisa memangkas birokrasi yang berbelit-belit dan tidak efektif," pungkasnya. (imm/oci)



Loading...



MALANG POST - Senam