Stikes Widyagama Husada Kukuhkan 225 Wisudawan | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 03 Nov 2019, dibaca : 414 , rosida, amanda

MALANG- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Widyagama Husada (WgH) menggelar wisuda, hari ini (2/11/19). Wisuda ke XV untuk Program S1 Kesehatan Lingkungan dan ke V bagi Program S1 Ilmu Keperawatan. Selain acara wisuda, ada juga sumpah profesi. Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Ners melakukan Sumpah Profesi yang ke V. Wisuda akan dilaksanakan di halaman Kampus 3 Universitas Widyagama Malang jalan Taman Borobudur Indah 3 Malang. Wisudawan yang akan dikukuhkan sebanyak 225 lulusan.
Ketua STIKES Widyagama Husada Malang, dr. Rudy Joegijantoro, MMRS menjelaskan, visi STIKES Widyagama Husada mencanangkan terbentuknya karakter Religius, Kewirausahaan, Kebangsaan dan Unggul bagi setiap warga STIKES Widyagama Husada. Seperti kata pepatah “Karakter dapat terbentuk dimulai dari Thinking (Pemikiran) berlanjut menjadi Word (Ucapan) kemudian Believe (Keyakinan) dan akan terwujud dalam Action (Tindakan) kemudian menjadi Habituation (Kebiasaan) dan terbentuklah karakter itu sendiri”.
"Keberhasilan wisudawan ditentukan oleh kemampuan menyesuaikan diri, mencapai target, dan menjawab tantangan. Di balik ini semua yang terpenting adalah keberhasilan yang membawa kebaikan bagi orang lain yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata dia.
Selama berada di kampus, mahasiswa mengikuti proses belajar di program studi yang berbeda dan menekuni bidang jangkauan kesehatan yang berbeda pula. Namun, di balik perbedaan tersebut, para mahasiswa dan akademisi diikat oleh prinsip pemersatu, yakni prinsip menjunjung tinggi kebenaran.
"Mahasiswa dilatih untuk menyusun argumen secara ilmiah, menyajikan tugas akhir secara ilmiah, menyusun rancangan dengan basis ilmiah, dan sebagainya," kata dia.
Kemudian, lanjut dia, para alumni akan dihadapkan pada target-target capaian dan tantangan. Salah satunya, yaitu tantangan era revolusi industri 4.0. Era revolusi industri 4.0 memberikan tantangan yang tidak ringan di sektor kesehatan.
"Selain bonus demografi yang melimpah, tantangan lain juga terdapat pada ranah inovasi teknologi pelayanan kesehatan. Hal ini perlu segera diantisipasi," jelas dia.
Sedangkan Prof. H.A. Mukthie Fadjar, SH, MS selaku Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Indonesia Widyagama Malang (YPPIWM) menambahkan, seperti diketahui, kebijakan pembangunan pemerintahan baru hasil pemilu yang lalu untuk masa lima tahun mendatang akan menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Diharapkan, mampu melahirkan SDM unggul demi kemajuan masyarakat, bangsa dan negara. Atau SDM baharu, kata mantan Presiden alm B.J. Habibie. Dimana lulusan tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), namun juga penuh iman dan takwa (imtak).
"Ini berarti bahwa pembangunan pendidikan menjadi prioritas, pendidikan yang inspiratif dan yang memanusiakan manusia, bukan kebijakan pendidikan yang penuh kerumitan prosedur-prosedur administratif yang malahan mengaburkan substansi," kata dia.
Berdasarkan laporan akademik, Wakil Ketua I STIKES WgH dr. Wira Daramatasuia, M.Biomed mengungkapkan, dalam wisuda kali ini, terpilih sembilan  lulusan terbaik. Pada program profesi Ners, tahun ini merupakan angkat sumpah profesi ke V, untuk Penilaian profesi ners diperoleh sebesar 65% dari lahan praktik (rumah sakit, puskesmas dan dinas terkait) dan 35% dari STIKES Widyagama Husada. Dari 68 mahasiswa profesi Ners,  6 mahasiswa meraih predikat cumlaude dengan IPK 4, Turut hadir dalam acara wisuda diantaranya dari jajaran pengurus YPPI Widyagama Malang, Kepala Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (L2DIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Pimpinan Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan di lingkup L2DIKTI  Wilayah VII, Kadinkes Jawa Timur, Ketua IBI Jawa Timur, Ketua HAKLI Jawa Timur, Ketua IBI Kota Malang, Ketua AIPKIND Jawa Timur, Kepala Pukesmas, Direktur Rumah Sakit dan pemilik BPM tempat mahasiswa PKL. (tea/oci)



Loading...