STIEKOP Malang, Buka Wawasan Mahasiswa Lewat Studi Ekskursi | Malang Post

Selasa, 10 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 29 Agu 2019, dibaca : 519 , Rosida, Imam

MALANG - Pendidikan tidak cukup hanya di dalam kelas saja. Utamanya pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Di era berkemajuan saat ini, mahasiswa harus berpandangan luas. Salah satunya dengan mengambil banyak referensi di luar kelas. Misalnya bersentuhan langsung dengan obyek yang dipelajarinya.
Hal itu diungkapkan oleh pendiri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Koperasi (STIEKOP) Malang, Budi Iriani Y. SH., SE., M. Hum., MM., saat ditemui Malang Post. Ia mengatakan untuk menerapkan pembelajaran secara langsung tersebut, STIEKOP mempunyai program Studi Ekskursi.
"Tujuannya untuk memperluas  wawasan mahasiswa dengan belajar di luar kelas, sekaligus sebagai suasana baru agar tidak hanya belajar dalam kelas saja," katanya.
Studi ekskursi hampir sama seperti tour atau live in, yang intinya adalah pembelajaran keluar. Proses pembelajaran melalui studi ekskursi bertujuan agar mahasiswa melihat secara langsung dunia realita keilmuan mereka, serta dapat menambah informasi dari praktisi dan ikut merasakan suasana dunia kerja.
Beberapa waktu lalu, puluhan mahasiswa STIEKOP melaksanakan program studi ekskursi tersebut. Selama empat hari, mereka berkunjung ke tiga perusahaan yang ada di Bali.
"Program kunjungan studi kita kali ini beberapa industri yang sukses," ucap, Ninuk, sapaannya.
Diantara yang dikunjungi mahasiswa yaitu industri pembuatan aneka macam produk berbahan perak dan jamu tradisional. Tentu banyak hal yang bisa dipelajari siswa di industri tersebut. Mulai dari proses produksi hingga tahap pemasaran produk.
Selama masa studi ekskursi, mahasiswa diberikan tugas untuk mempelajari materi yang mereka dapatkan. Sekaligus menganalisa dan membuat catatan terhadap permasalahan yang mereka temukan di lapangan. "Hasilnya dikonsultasikan dengan dosen dan diseminarkan di kampus," terangnya.
Kunjungan akademik tidak hanya sekadar mencari ilmu. Tetapi lebih dari itu memberikan sumbangsih kepada pihak industri. Sebab bagaimanapun ilmu terus berkembang, dan pesatnya perkembangan ilmu lebih cepat diakses oleh pihak akademisi.
"Hasil dari seminar disampaikan oleh mahasiswa sebagai masukan untuk pihak industri, agar usahanya dapat berkembang," imbuhnya.
Adapun bagi mahasiswa, lanjut Ninuk,  ada banyak manfaat yang bisa didapat. Diantaranya sebagai pengalaman bagi mahasiswa bahwa menjalankan sebuah usaha tidaklah mudah. Ada banyak kekuatan dan kelemahannya yang perlu dipelajari sebelum mereka terjun menjadi wirausahawan. "Saat di kelas mereka sudah belajar tentang manajemen strategi, dengan kecermatan dan strategi yang bagus," ungkapnya.
Dengan studi ekskursi akhirnya mahasiswa dapat membaca pasar dengan tepat. Produk-produk apa saja yang sedang dibutuhkan masyarakat. Untuk bisa dikembangkan sendiri di kemudian hari. "Tidak hanya ke Bali, kita juga pernah ke Jogja dan kota-kota lain. Untuk membuka wawasan mahasiswa tentang dunia usaha," paparnya.
Ninuk menuturkan, studi ekskursi dilaksanakan setiap semester. Peserta dibatasi hanya sekitar 40 mahasiswa saja. Agar pembelajaran bisa berlangsung efektif dan fokus.
"Yang kami wajibkan mahasiswa semester lima, untuk memenuhi tiga SKS," pungkasnya. (imm/oci)



Loading...