STIE Indonesia Raih Kesempatan Belajar ke Eropa | Malang Post

Jumat, 13 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 26 Sep 2019, dibaca : 312 , rosi, imam

SINERGI: Ketua Pembina Yayasan Akademika Malang Prof. Dr. Hj. Setyaningsih, S.E., dan Ketua Bidang 2 STIE Indonesia Malang, Dr. Hj. Amelia Setyawati, SH., MM ., bersama Dereksi Supertext di Swedia.

MALANG - STIE Indonesia Malang berkunjung ke beberapa kampus dan industri ternama di Eropa. Diantaranya di  Moscow, Firlandia dan Swedia. Selain ke kampus dan industri, juga berkunjung ke Duta Besar RI yang ada di masing-masing negara tersebut. Kunjungan ini diikuti STIE Indonesia sebagai salah satu anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) yang terpilih mengikuti kunjungan. 
Ketua Pembina Yayasan Akademika Malang, yang juga Guru Besar STIE Indonesia Malang, Prof. Dr. Hj. Setyaningsih, S.E., merasa senang dengan dilibatkannya kampus yang dipimpinnya tersebut dalam rombongan itu. Istimewanya lagi, menjadi kampus satu-satunya di Malang yang terpilih. 
Hal itu tentu menjadi kebanggaan karena dengan kunjungan tersebut, STIE Indonesia Malang mendapatkan kesempatan yang besar untuk belajar lebih banyak dari kampus-kampus besar yang ada di Eropa. 
“Kami yakin tentu Aptisi mempunya penilaian yang objektif untuk menunjukkan kami sebagai salah satu yang berangkat ke Eropa. Maka dari itu kesempatan yang baik tersebut tidak kami sia-siakan,” ujarnya.   
Ketua Bidang 2 STIE Indonesia Malang, Dr. Hj. Amelia Setyawati, SH., MM ., mengatakan kunjungan ke Eropa juga dalam rangka membangun kerja sama dengan beberapa pihak. Di Swedia, STIE Indonesia Malang telah menadatangani MoU dengan perusahaan IT terbesar, Supertext. 
“Dari kerja sama ini kami menginginkan basis IT di STIE Indonesia Malang semakin kuat, dengan segala sistem layanan berbasis digital,” ujarnya. 
Selanjutnya kunjungan juga ke Moscow, Rusia. Di Moscow, STIE Indonesia berkunjung ke dua kampus besar. Yakni Peoples' Friendship University of Russia RUDN University dan Tomsk State University (TSU) Moscow. Dengan dua kampus tersebut, STIE Indonesia juga membuat Nota Kesepahaman atau MoU, yang menitik beratkan pada tiga poin utama. Yaitu, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen dan collaborative research. Amelia mengungkapkan, kerjasama tersebut akan segera direalisasikan, terutama untuk collaborative riset. Sebab kata dia, di era teknologi dengan kemajuan pesat diperlukan kolaborasi riset antar kampus. 
Tak terkecuali dengan kampus-kampus luar negeri. Teknologi informasi dunia yang kian terbuka menuntuk para akademisi untuk sharing ilmu pengetahuan. “Kalau tidak berkolaborasi kita akan tertinggal, begitu banyak kemajuan yang mungkin tidak tahu di luar sana,” katanya.  
Demikian juga dengan pertukaran mahasiswa. Dengan adanya kerjasama internasional tersebut, wawasan mahasiswa STIE Indonesia Malang mulai terbuka luas. Pola berpikir mahasiswa akan semakin global dan semakin peka terhadap kemajuan di dunia. 
Tidak hanya itu, STIE Indonesia Malang bersama beberapa kampus swasta lainnya juga berkunjung ke Firlandia. Tujuannya untuk studi banding dan kerjasama dengan  Aalto University Finland. Kunjungan ini cukup berkesan mengingat Firlandia merupakan Negara terbaik dunia di bidang pendidikan. 
“Yang paling kita ingat adalah bahwa pendidikan seseorang tidak bisa dipaksakan pada banyak bidang. Di firlandia, seseorang sudah diarahkan sesuai bakat dan minat mereka mulai sejak kecil,” terangnya. 
Amelia berharap, kunjungan ke Eropa tidak sekadar lewat saja, tanpa memberikan imbas positif ke kemajuan lembaga. Program kerja sama yang telah terbentuk akan segera direalisasikan untuk kemajuan STIE Indonesia Malang. (imm/oci)    



Loading...