STIBA Malang Seimbangkan Kecerdasan Intelektual, Sosial dan Spiritual | Malang POST

Kamis, 20 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 23 Des 2019,

MALANG - Ketua Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Malang Dr. Zainul Mujahid, M.Hum., mengukuhkan 50 wisudawan jurusan S-1 Sastra Inggris . Acara wisuda digelar di Hotel Montana 2 dihadiri orang tua wisudawan, pekan lalu. Penghargaan diberikan kepada tiga wisudawan terbaik yaitu Norika Ramadani Masuhara dengan IPK 3,97. Ajeng Triya Pradani dengan IPK 3,79, dan Andreas Alfabeta Gama dengan IPK 3,78.

Dalam kesempatan tersebut Zainul mengatakan, perkuliahan merupakan proses yang gradual, sistemik dan sistematis. Bukan proses yang instan dan serba pragmatis. Tetapi dilakukan dengan sangat serius sesuai standar akademik.
"Serius berarti transformasi keilmuan terjadi secara bertahap dan alami dengan evaluasi yang akuntabel," katanya.

Baca juga : SNMPTN 2020, Pendaftar Diimbau Teliti Lengkapi Permanen Data

 

Ia menuturkan, proses perkuliahan yang serius artinya kaidah akademik pada tataran antologi, epistimologi dan aksiologinya terpenuhi. Belajar mengajar merupakan proses interaksi komunikasi dengan sebuah kegiatan dalam rangka menumbuh kembangkan kreatifitas dan nalar.
"Proses tersebut saya sebut sebagai the second campus, karena tidak ada kurikulumnya dan tidak terdapat di bangku kuliah," kata dia.
Kepada para wisudawan Zainul menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjuangan. Akan tetapi merupakan starting point untuk perjuangan berikutnya.
Menurutnya, wisuda hanyalah official ceremony yang menandakan berakhirnya masa studi dan resminya seseorang menyandang gelar kesarjanaan dalam berbagai jenjang akademik.
Sekaligus merupakan manifestasi syukur setelah berjuang dan bersinergi antara mahasiswa dan dosen dalam satu perahu sama yakni STIBA Malang.
"Saya optimis kalian akan mampu menghadapi berbagai macam rintangan yang berliku dan terjal. Karena kami sendiri yakin bahwa kalian adalah produk kami yang terbaik," ungkap Zainul.
Ia mengimbau kepada para lulusan, selesai lulus dari STIBA tidak lantas membuat mereka berdiam diri. Lulusan STIBA harus menjadi bagian dalam membangun kehidupan masyarakat dan kritis terhadap perubahan yang terjadi.
Tidak lupa Zainul juga menyampaikan bahwa kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan kecerdasan sosial dan spiritual. Lulusan STIBA tidak hanya disiapkan sebagai pribadi yang siap dengan kompetensinya, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Menurut Zainul, hal tersebut merupakan salah satu bentuk tanggungjawab lulusan terhadap ilmu yang mereka pelajari. “Tanggung jawab terhadap satu disiplin itu harus ada, kalau tidak maka akan jadi liar. Kecerdasan sosial salah satu bentuk dari pertanggung jawaban itu, bagaimana harus menjadi jujur, yang amanah dan respek terhadap orang lain,” terangnya.  
Ia melanjutkan, kuatnya kecerdasan intelektual dan spiritual juga harus ditopang dengan kecerdasan spiritual.
“Karena menjadi tidak imbang orang yang pandai berbicara tentang ilmu, tapi ketika adzan hatinya tidak tergerak untuk salat,” kata dia. (imm/oci)

Editor : Rosida
Penulis : Imam



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...