MalangPost - Spot Baru Wisata Sunrise di Bumiaji

Selasa, 11 Agustus 2020

  Mengikuti :

Spot Baru Wisata Sunrise di Bumiaji

Rabu, 11 Des 2019, Dibaca : 3186 Kali

BATU - Kecamatan Bumiaji memiliki banyak spot wisata. Salah satu yang baru dan wajib dikunjungi yakni Gua Pandawa di Dusun Brau, Desa Gunungsari. Di tempat dengan ketinggian sekitar 1200 mdpl ini bakal bikin wisatawan betah.
Pasalnya pemandangan matahari terbit atau sunrise di Gua Pandawa tak kalah indahnya dengan Penanjakan di Gunung Bromo. Untuk menikmati indahnya sunrise di Gua Pandawa,
wisatawan harus berangkat pagi sekali sekitar pukul 03.00 WIB dari jantung Kota Batu. Untuk mengakses lokasi tersebut bisa menggunakan motor maupun mobil.
Tak hanya pemandangan matahari terbit, di tempat tersebut wisatawan juga bisa mengetahui bungker peninggalan kolonial Belanda. Juga beberapa spot swafoto untuk mengabadikan momen.
Ary Fitriaji peserta rombongan Trip Bumiaji Asyik mengungkapkan bahwa wisata Gua Pandawa manjadi spot terbaik untuk menikmati sunrise. “Pemandangan matahari terbit di sini menakjubkan. Untuk melihat matahari terbit tak ada halangan sama sekali. Hanya dinginnya yang menusuk karena harus berangkat dini hari," ujar Ary kepada Malang Post, kemarin.
Ia sangat senang ikut dalam Trip Wisata Bumiaji Asyik. Karena untuk menunggu matahari terbit, peserta disuguhi ubi bakar dengan seduhan minuman jahe yang mampu menghangatkan tubuh.
"Bahkan di sini panitia Trip Wisata Bumiaji juga menyiapkan api unggun untuk merekatkan peserta trip satu sama lain," imbuh Ary.
Setelah menikamti keindahan matahari terbit di Gua Pandawa, peserta kemudian diajak melanjutkan perjalanan lintas desa. Sestinasi selanjutnya ke Desa Tulungrejo dengan potensi edukasi batik serta berkunjung ke industri UMKM Arjuna Flora, keripik bali, keripik cabe, dan dilanjut ke kebun hortensia garden spot Bon 15.
Tak hanya hasil UMKM, peserta juga diajak untuk melihat potensi budaya yang ada di sembilan desa di Kecamatan Bumiaji. Untuk mengunjungi sembilan desa itu butuh waktu dua hari penuh dengan peserta menginap di homestay atau rumah warga agar bisa melihat aktivitas keseharian masyarakat. (eri/van)

Editor : Vandri
Penulis : Keristyanto