Spanduk Ikatan Keluarga Besar UI - Malang Post

Rabu, 20 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 18 Okt 2019, dibaca : 1077 , halim, imam

Sebuah foto memperlihatkan sekelompok orang yang membentangkan spanduk berisi pernyataan tidak mengakui Joko Widodo atau Jokowi dan Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 viral di media sosial. Dalam spanduk itu, tercantum pula bahwa mereka berasal dari Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia (UI).
Salah satu akun yang mengunggah foto itu adalah akun Maulidia di Facebook. Akun ini membagikan foto tersebut ke grup ?Indonesia Cyber Community pada Selasa, 15 Oktober 2019.
Dalam foto itu, terlihat sekelompok orang berompi dan berjas kuning. Jas yang identik dengan jas almamater UI, tengah membentangkan spanduk berwarna kuning, lengkap dengan logo kampus UI, di Taman Proklamasi, Jakarta Pusat.
Berikut tulisan lengkap yang tercantum dalam spanduk itu: "Kami Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia menyatakan tidak mengakui Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2019-2024 serta menolak segala bentuk kepemimpinannya karena melakukan pelanggaran serius terhadap konstitusi UUD 1945."
Akun tersebut pun menegaskan isi spanduk itu dalam narasi yang ia tulis di unggahannya. Hingga Kamis, 17 Oktober 2019, foto itu telah disebarkan hingga 1,7 ribu kali. Menanggapi viralnya foto tersebut, Universitas Indonesia membantah terkait dengan kelompok orang yang membentangkan spanduk ‘Tidak Mengakui Joko Widodo-Ma’ruf Amin’ itu. Kantor Hubungan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi Publik UI dalam rilis resminya pada Rabu, 16 Oktober 2019, menyatakan, "Kami tegaskan bahwa Universitas Indonesia tidak memiliki kaitan apapun dengan kelompok tersebut dan pernyataan sikap kelompok tersebut tidak mewakili sikap Universitas Indonesia."
Kepala Kantor Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti, menulis dalam rilis tersebut bahwa kelompok yang menyatakan berasal dari Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia tersebut tidak berhak menggunakan identitas UI. Sebab, pemakaian identitas UI telah diatur dalam Peraturan Rektor UI Nomor 58 Tahun 2017 tentang Penggunaan Nama, Logo, dan/atau Merek UI. “Kami persilakan penegak hukum untuk mengambil tindakan hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tulisnya.
Melalui klarifikasi dari pihak Kantor Humas dan KIP Universitas Indonesia di atas, bisa disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan keluarga besar Universitas Indonesia tidak mengakui Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 tidak terbukti. (imm/lim)



Selasa, 19 Nov 2019

Ahok di Tengah Dua Wanita

Loading...