Sosialisasi Aturan, Bea Cukai Ajak Fun Games Pengusaha Rokok | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 03 Okt 2019, dibaca : 477 , muhaimin, sisca

SERU: Semarak games dan kuis yang digelar Bea Cukai dalam rangka HUT ke-73 Bea Cukai sambil sosialisasi aturan.


MALANG- Kegiatan melinting rokok kretek menggunakan kulit jagung atau linting klobot biasanya dilakukan masyarakat, Kamis (3/10) kemarin,  dilakukan di halaman Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Malang. 
Mereka yang berasal dari kalangan pemilik pabrik rokok tidak semuanya jago melinting rokok secara manual. Kegiatan ini diadakan dalam rangka HUT Ke-73 Bea Cukai.
Keseruan ini  dilanjutkan dengan berbagai permainan lain, seperti kuis tentang aturan-aturan cukai yang ada. Peserta yang terdiri sekitar 120-an orang ini berasal dari berbagai kalangan. Pengusaha juga dituntut mengerti detail aturan cukai untuk memenangkan kuis. 
“Ini kali pertama kami  lakukan seperti ini. Games dan kuis yang mengundang pemilik-pemilik atau pengelola pabrik rokok. Sekaligus untuk sosialisasi,”  kata Kepala KPPBC Tipe Madya Malang Rudy Hery Kurniawan.
Ia menjelaskan sosialisasi dalam bentuk games dan kuis yang menarik  dapat membuat  pemilik usaha dengan cukai bisa memahami aturan lebih baik. Selain Bea Cukai Malang juga rutin melakukan sosialisasi.
Rudy mengatakan, sosialisasi harus terus dilakukan karena aturan bea cukai di Indonesia juga sangat dinamis. Maka agar tidak terkesan monoton, sosialisasi menggunakan kegiatan lebih inovatif sangat diperlukan.
“Seperti yang kita ketahui aturan bea cukai seperti tarif cukai yang selalu naik dari tahun ke tahun, lalu aturan berkaitan dengan denda lalu FTA (Free Trade Area,red) juga banyak yang belum diketahui banyak,” papar Rudy dalam kegiatan bertemakan “Menuju Insan yang Cakap Sehat dan Berintegritas Untuk Bea Cukai Yang Makin Baik”.
Untuk itulah kegiatan semacam ini diperkenalkan pada masyarakat dengan lebih intens juga lebih menarik.
Kakawail Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II Agus Hermawan menambahkan, lebih banyak pengetahuan cukai yang diketahui masyarakat maka lebih baik, agar aturan bisa dijalankan. 
“Dengan seperti ini kita saling tahu. Tidak ada celah dibohongi atau membohongi jika aturan sama-sama mengerti,” tegasnya dalam kegiatan yang juga bertajuk Extraordinary Exercise Entrepreuneur Election 2019 ini.  Untuk itulah diharapkan Agus masyarakat tetap terbuka pada kantor bea cukai dan memakai segala portal komunikasi jika ada masalah terjadi. (ica/aim)



Loading...